Love Is Blue (END)

Love Is Blue (END)

  • WpView
    Reads 594,505
  • WpVote
    Votes 43,768
  • WpPart
    Parts 56
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 25, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Dua tahun lamanya Anjani bertunangan dengan Theo. Meski ada perbedaan jurang yang sangat besar dalam status sosial mereka, tapi Anjani berusaha menutup mata dan telinganya atas segala cemooh yang datang dari orang-orang disekelilingnya. Dari keluarga Theo yang tidak menyukainya, dari saudara dan teman-teman Theo yang kerap mencibirnya saat mereka bertemu. Anjani mencoba bertahan, dengan satu keyakinan di hatinya bila Theo mencintainya. Bila hanya ia satu-satunya wanita dalam hidup Theo. Hingga kenyataan pahit menghantamnya. Kenyataan itu datang dalam wujud seorang perempuan bernama Liana. Seorang wanita yang ternyata sangat mirip dengannya, hanya dalam versi yang lebih cantik, lebih glamour dan lebih modern. Ternyata Liana adalah mantan Theo dan cinta pertama pria itu. Dan yang tidak diketahui Anjani adalah sampai detik ini, Theo masih mencintai Liana. Hanya menganggapnya sebagai pengganti gadis itu. Kecewa dan terluka, Anjani memutuskan pergi dari sisi Theo. Hingga ia bertemu Alessandro Cannavaro, seorang pemain sepakbola Italia yang tampan, playboy dan kaya. Awalnya Anjani tidak peduli dengan segala godaan yang dilancarkan Lessandro, karena ia sangat tahu reputasi pemain AC milan tersebut. Tapi sikap dingin dan acuh tak acuh gadis itu justru semakin membuat Lessandro tertantang untuk menaklukan gadis itu. Ingin menguak misteri yang tersembunyi dibalik pancaran sedih di mata gadis itu. Bagaimana akhir kisah cinta mereka? Sanggupkah Anjani kembali membuka pintu hatinya untuk Lessandro yang notabene seorang playboy internasional? Dengan resiko kembali merasakan pahitnya cinta, atau memilih untuk hidup sendiri sampai sisa hidupnya? Bagaimana pula ia harus bersikap, saat Theo kembali muncul dalam hidupnya? Dan kembali mengusik kenangan yang telah coba ia lupakan? #kisah ini fiktif belaka. Bila ada persamaan nama tokoh, tempat dan peristiwa hanya kebetulan semata#
All Rights Reserved
#19
desainer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines