Louis Vuitton

Louis Vuitton

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 28, 2025
"Apa dimana ini?!!" " Kenapa aku bisa ada di sini?!" Malam yang sungguh mencekam, pembunuhan berantai telah terjadi di kediaman mewah hal itu mungkin akan menjadi berita yang paling di cari karena itu rumah duke " Kenapa? " Ia berkata dengan lemah " KENAPA! SETELAH KAU MELAKUKAN SEMUA INI KEPADA KU!! KAU BILANG KENAPA?!!" " KAK..... Itu hanya salah paham, itu tidak seperti yang kakak kira" " Akhirnya kalian mati dan aku membalas apa yang kamu perbuat.... HAHAHAH." Orang itu bahagia sepertinya menulikan telinga nya sehingga tidak terganggu dengan suara penderitaan itu Seorang pemuda terbangun dari tidurnya bingung sesaat tidak tahu apa yang harus di lakukan tapi akhirnya dia beranjak bangun dari tempat tidurnya " Ternyata cuma mimpi... " Dia mengeluh dan setelah sudah bertenaga dia bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi
All Rights Reserved
#3
didunia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines