Forever In Me

Forever In Me

  • WpView
    LẦN ĐỌC 187
  • WpVote
    Lượt bình chọn 6
  • WpPart
    Chương 3
WpMetadataReadTrưởng thànhĐang sáng tác
WpMetadataNoticeĐăng tải lần cuối Thứ 5, thg 5 4, 2023
WpInfo
Hư cấu
Lãng mạn
Aku ingin merasakan cinta yang seperti 'rumah'. Setidaknya ke manapun aku melangkah, aku tahu ke mana aku kembali pulang. Bisakah kau tuntun aku menemukan arahnya? ---------------------------------------------- Visual cast: bayangkan saja wajah orang-orang yang kalian sayangi. 🖤
(CC) Ghi nhận. Phi thương mại. Không phái sinh
Tham gia cộng đồng sáng tác truyện quy mô nhấtNhận đề xuất truyện được cá nhân hóa, lưu các tác phẩm yêu thích vào thư viện, đồng thời bình luận và bình chọn để phát triển cộng đồng của bạn.
Illustration

Bạn cũng có thể thích

  • Memories in Moon
  • Moonglade [END]
  • Memorable
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • Shorts Story
  • Kau Nyata?
  • Arah Mata Angin
  • The World That I Know
  • Obsess with you_(Greshan)[END]
  • My Love Journey (End✓)

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Thêm Chi Tiết
WpActionLinkNội dung hướng dẫn