Not Imagination?

Not Imagination?

  • WpView
    Reads 9,664
  • WpVote
    Votes 441
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 4, 2026
"Gue nggak jahat! Dunia ini yang jahat sama gue!" Seorang gadis menangis terisak hingga terduduk dilantai. "Bahkan Tuhan aja seakan jahat sama gue, gimana kalian? hm?" Ujarnya menatap orang-orang didepannya seraya mencoba tersenyum dibalik derai air matanya. °~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~° Jadi, ini itu di dunia kenyataan atau di dunia imajinasi seperti di novel?! "Gue bangun nggak inget apa-apa, berasa didunia fantasi." Gumam seorang gadis didepan laki-laki tunangannya. "Halu," Ketus tunangannya menatapnya dingin. "Gimana gue nggak berfikir fantasi?! Semuanya terasa aneh, banyak teka-teki yang buat gue penasaran. Siapa tau, dengan selesaiin semua teka-teki ini gue bisa balik ke dunia gue yang asli ataupun ingatan gue bakal balik." Teguh sang gadis dengan nada semangat. Laki-laki tunangannya mendengus. Menyentil dahi gadis didepannya ini. "Not imagination," Tukasnya singkat. "Not imagination?" ⚠️Untuk kata-kata atau adegan yang tidak baik maka jangan ditiru ya⚠️ Note : ➡️Cerita selalu up date ya⬅️
All Rights Reserved
#543
overprotective
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  •  Our strong girl‼️ [ Wind Breaker x Readers ]
  • My Beloved Enemy [Segera Terbit]
  • Shadows of the Main Story
  • light from the darkness||LOOKISM
  • kiara's dream
  • CLOSER
  • Arsyilazka
  • Vericha Aflyn ✔️
  • RESURGERE: The Andalas of Nusan [CH]

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2023 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

More details
WpActionLinkContent Guidelines