Monster Ruang 00;00

Monster Ruang 00;00

  • WpView
    Odsłon 2,890
  • WpVote
    Głosy 608
  • WpPart
    Części 27
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja pon., kwi 28, 2025
WpInfo
Fikcja
Tajemnica
Matanya menyala dalam gelap gulita Tidak ada yang berani bertanya mengapa Namun yang pasti setiap yang datang menemuinya Selalu pulang dalam keadaan tak bernyawa Delima yang mati rasa datang mempertaruhkan segala Tanpa tahu dia tak sengaja menyeret Renjana ke dalamnya. "Salah satu dari kita bukan manusia," ucapnya. Ada monster dalam ruang belakang sekolah, orang-orang bilang jika berhasil mengalahkan dan membunuhnya, satu permintaan akan dikabulkan. Namun jika kalah, akan mati mengenaskan. P.s: Ini bukan cerita horor
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#673
familyissues
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • RENJANA DERANA [END]
  • Take Me Back!
  • GALESTA; The Story of Youth (Phoenix heart) (COMPLETED)
  • Satu Tiket Pulang
  • TUHAN PELUK AKU SEBENTAR SAJA
  • Penuh Luka (On Going)
  • Rainbow

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści