Coffe Break Miracle (Why Love is Unpredictable)

Coffe Break Miracle (Why Love is Unpredictable)

  • WpView
    LECTURAS 1
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, oct 19, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Lonceng berbunyi, pertanda ada seseorang yang masuk ke dalam kafe dengan desain minimalis. Perempuan itu memakai totebag dan memegang beberapa lembar kertas yang ukurannya tak beraturan. Perempuan itu memesan secangkir kopi hangat kemudian memilih tempat duduk di tempat yang paling ujung, dengan sofa yang bewarna abu-abu dan meja kecil yang terbuat dari kayu. Ia membenarkan posisi kacamatanya, lalu mengambil laptopnya dari dalam totebag yang sudah ia letakkan di atas meja kayu tadi. Sebelum menyalakan laptopnya, ia menghela nafas panjang. Aktivitas ini harus ia lakukan demi mendapatkan hasil yang maksimal dalam uji coba mengajar di salah satu sekolah di sekitar rumahnya. Terakhir kali ia mendapatkan hasil yang sangat memuaskan saat mengikuti ujian kelayakan menjadi seorang guru, oleh karena itu ia mendapatkan beberapa rekomendasi sekolah dari pihak penguji. Tanpa berfikir panjang, ia langsung memilih sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya.
Todos los derechos reservados
#106
vanilla
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nav's Stories
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • THE MIRACLE
  • KETOS AGAIN!!
  • The CEO I Once Loved [ SELESAI ]
  • Satu Atap, Satu Hati
  • Rainbow In The Rain
  • Anak Sekolahan ( END ) ✔️

[Completed] Menurut Navalen, Navia hanyalah cewek sombong, menyebalkan, dan sok galak yang sukanya marah-marah. Mentang-mentang menjabat sebagai ketua kelas, Navia selalu bertingkah semena-mena tanpa memikirkan kesejahteraan teman-temannya. Belum lagi tingkahnya yang selalu pamer kepintaran yang selalu berhasil membuat Navalen dongkol setengah hidup. Sementara menurut Navia, Navalen hanyalah cowok songong yang kerjaannya selalu main ponsel di jam pelajaran, saat belajar kelompok, dan saat-saat penting lainnya. Padahal itu, kan, jelas melanggar peraturan. Sebagai manusia super perfect yang sangat taat peraturan, tingkah Navalen ini amat sangat mengganggunya! Lewat rasa benci yang mereka berdua ciptakan sendiri, kedua insan tersebut selalu baku hantam dimana-mana. Hingga suatu hari, puncak kekesalan Navia yang sangat sepele akan tingkah Navalen yang selalu bermain ponsel saat jam pelajaran ini justru mengantarkan mereka pada masalah besar juga pada sebuah misteri yang tak terduga. Tak hanya melibatkan isak tangis yang sangat pilu, tetapi mengajarkan mereka akan rasa bersyukur yang sesungguhnya. "Jalannya takdir memang seringkali rumit. Dan tidak ada yang bisa kita lakukan selain menerimanya. Rencana Tuhan memang seringkali membingungkan. Tapi percayalah bahwa itu yang terbaik. Meski yang terbaik itu tak selalu indah. Seperti kisah kita contohnya." _Nav's Stories_ Note : bukan kisah cinta remaja menye-menye yang bucin. Meskipun jauh dari kata sempurna, setidaknya di dalam cerita ini ada sedikit motivasi yang bisa kamu ambil :)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido