Retak
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 19, 2022
"Ayah, Bunda Ryu pul...."Ucapan Ryu terpotong karena ia mendengar suara teriakan dari dalam rumahnya "AKU MAU CERAI MAS" "MAKSUD KAMU APA AMEL HAH?!" "Mas, kamu bangkrut dan bentar lagi kamu bakalan kehilangan jabatan kamu dan jatuh miskin. Aku gak mau hidup susah apalagi sambil ngurusin anak kamu yang penyakitan itu" "DIA JUGA ANAK KAMU MEL!!" Sakit, rasanya sakit ketinga mendengar kalimat itu terlontar dari mulut wanita yang selama ini aku panggil bunda. Ya Tuhan, rasanya aku ingin menghilang saja dari dunia ini jika orang tuaku ternyata akan bercerai
All Rights Reserved
#128
pembulyan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • Bumi ; The Hurt
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Lika Liku si bungsuu
  • Hyacinth
  • 𝑾𝒉𝒆𝒓𝒆 𝑰𝒔 𝑴𝒚 𝑯𝒐𝒎𝒆?
  • Crazy Marriage
  • RASKAL ✔
  • Eliinaa

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines