Sameton

Sameton

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 20, 2022
Becca adalah penulis lagu yang termahsyur. Suatu ketika idenya mandek. Sudah belasan coffee shop dia datangi untuk mendapatkan inspirasi menulis lagu tapi hasilnya nihil. Hingga ia semakin terdesak, dia memutuskan kabur ke Sumbawa mencari petualangan baru. Disana ia bertemu dengan Deni dan teman-temannya yang juga dari Jakarta. Mereka menikmati Mata Air Matajitu dan akhirnya Becca dan Deni dan teman-temannya harus berpisah. Saat Becca sendirian di Pulau Sumbawa dia menemukan anak ajaib bernama Turah. Turah mampu mengeluarkan nada-nada indah. Tiba-tiba inspirasi menulis lagu Becca membuncah liar. Becca pun ingin mengadopsi Turah dan membawanya ke Jakarta. Walapun syarat adopsi yang sulit perlu ditempuh Becca, dia rela. Akhirnya Turah berhasil dibawa Becca ke Jakarta. Namun, ada yang aneh setiap orang yang menyanyikan nada dari Turah mendadak mati. Siapa sebenarnya Turah?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembah Arunika
  • Warisan Gandari
  • RED CITY : ISOLATION
  • Hana's Indigo (True Story) ( Repost Ulang Sampai Tamat )
  • Lorong belakang sekolah
  • Boneka Tua Pembawa Kutukan
  • 00.00 AM [Terbit]
  • Lembur Kuntilanak
  • Mata Si Lala

Dina hanya ingin lari sejenak. Dari rumah. Dari kampus. Dari masa lalu yang tak pernah benar-benar ia tinggalkan. Maka ia mengajak empat temannya-Bagas, Ayu, Raka, dan Tari-untuk mendaki Gunung Mahesara, gunung yang katanya penuh legenda, namun jarang tersentuh wisatawan. Lima remaja dari latar dan budaya berbeda, menyatu dalam perjalanan menuju puncak. Awalnya, ini hanyalah perjalanan tentang alam, peluh, dan keheningan hutan. Namun segalanya berubah ketika mereka menemukan sebuah percabangan jalur: satu jalur resmi, satu lagi tertutup semak dan larangan. Dari sinilah semuanya bermula. Kabut turun. Kompas tak lagi bekerja. Hutan mulai berbicara. Mereka tersesat di tempat yang tak ada dalam logika-Lembah Arunika, dunia tersembunyi yang hanya muncul bagi mereka yang memikul beban tergelap. Di lembah itu, sihir bukan dongeng. Makhluk gaib dari mitologi lokal bukan sekadar cerita rakyat. Mereka nyata. Hidup. Dan menjaga keseimbangan dunia yang mulai retak. Kelima sahabat ini harus menghadapi rintangan demi rintangan-bukan hanya melawan kekuatan jahat yang mengancam lembah, tetapi juga menghadapi sisi tergelap dalam diri mereka masing-masing: kemarahan, penyesalan, ketakutan, dan kesalahan yang tak pernah mereka maafkan. Dalam perjalanan yang penuh luka dan kehilangan, mereka mulai bertanya: Apakah lembah ini benar-benar dunia lain-atau justru cermin dari hati yang terluka dan ingin disembuhkan? Dan di tengah kabut yang tak kunjung sirna, satu pertanyaan terus bergema: Apakah mereka akan menemukan jalan keluar-atau justru menjadi bagian dari lembah itu selamanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines