Perfect Scenario✓

Perfect Scenario✓

  • WpView
    Reads 135
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Tue, Nov 8, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Perjalanan singkat, pelajaran hebat, satu waktu dalam keadaan yang mencekat. Untung saja, saat sampai di rumah, aroma nasi goreng masih menyambutku, lalu di meja makan, Mama masih setia menunggu. "Mama... aku pulang." Sekali lagi, untung saja, dekapannya masih terasa hangat, juga menenangkan. Terimakasih, Tuhan.
All Rights Reserved
#108
pelajaranhidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Sang MATAHARI [Antologi Cerpen]
  • HIDDEN GENIUS [END]
  • Baby of My Enemy [END ]
  • EDAMAME [TAMAT]
  • Kisah Inspiratif
  • ALUNA [REVISI New Version] [TERBIT]
  • [ New ] MIKACINTA [ END ]
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING
  • ARUNA [ BEST MAMA ]
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines