Story cover for puisi pendek by Chairul_A
puisi pendek
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Oct 20, 2022
apapun itu hantamlah dengan keras sampai tak terdengar bunyi sekecil apapun
All Rights Reserved
Sign up to add puisi pendek to your library and receive updates
or
#85puisipendek
Content Guidelines
You may also like
Empat Langkah Menuju Cahaya by dionisiusdimas
51 parts Ongoing
Empat Langkah Menuju Cahaya Jakarta selalu terlihat kuat dari kejauhan. Gedung-gedung di SCBD berdiri seperti simbol keberhasilan. Kaca-kaca tinggi memantulkan matahari, seolah kota ini tak pernah kekurangan cahaya. Di antara gedung-gedung itu, empat orang berjalan dengan langkah masing-masing. Clara Nara Maheswari-yang lebih dikenal sebagai Nara-datang setiap pagi dengan wajah tenang dan pakaian sederhana yang tak pernah menunjukkan dari mana ia berasal. Tak ada yang tahu ia meninggalkan rumah besar di Pondok Indah setiap akhir pekan. Tak ada yang tahu ia memilih tinggal di kamar kos kecil hanya untuk belajar hidup biasa. Adrian Gabriel Pratama duduk paling awal di ruang kerja. Baginya, pekerjaan bukan sekadar karier. Itu adalah bukti bahwa ia mampu berdiri sendiri. Tanpa orang tua. Tanpa warisan. Tanpa sandaran. Nadira Ayuningrum sering datang sedikit tergesa, dengan senyum yang terlalu mudah dan cerita-cerita kecil yang kadang membuat orang tertawa. Tak ada yang tahu bahwa setiap malam ia menghitung sisa tabungan sambil memikirkan ibunya di Jogja. Dan Raka Wiratama selalu masuk dengan langkah santai, kunci mobil berputar di jarinya. Orang melihatnya sebagai anak pejabat yang hidupnya sudah selesai bahkan sebelum dimulai. Padahal ia masih mencari satu hal sederhana: pengakuan. Mereka bekerja di gedung yang sama. Menghirup udara yang sama. Melihat langit Jakarta yang sama. Namun belum pernah benar-benar saling mengenal. Sampai sebuah perjalanan kerja membawa mereka ke tempat yang jauh dari gemerlap kota-tempat di mana cahaya tidak datang dari lampu-lampu tinggi, melainkan dari mata anak-anak yang tetap bermimpi meski ruang kelasnya hampir roboh. Di sanalah, tanpa mereka sadari, empat langkah yang berbeda mulai bergerak ke arah yang sama. Menuju cahaya.
You may also like
Slide 1 of 10
Leonids cover
Rembulan Yang Sirna cover
အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍�𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete) cover
Pikul Pilu Pada Pulangmu cover
30 Aksara Mahabbah [Hiatus] cover
My Wish cover
adek cimol cover
Puisi Hati, Puisi Jiwa cover
Empat Langkah Menuju Cahaya cover
OBSERVE [GeminiFourth] cover

Leonids

65 parts Ongoing

Leonids, peristiwa hujan meteor yang sangat indah ini menggambarkan bagaimana magisnya daya tarik bumi bagi para asteroid. Mereka rela meluncur menuju bumi, menembus lapisan atmosfer padahal seluruh Tata Surya sudah memperingati mereka bahwa mereka akan hancur berkeping-keping tanpa sempat mendarat di bumi. Mungkin begitulah magisnya daya tarik seorang Rangga Banyu Sasongko di hadapan para wanita. Walaupun tanda-tanda red flag sudah bertebaran di mana-mana, tapi mereka memilih buta warna dan nekat menembus semua lapisan pelindung yang akhirnya menghancurkan para pemuja sang Don Juan sehancur-hancurnya. Namun bagaimana jika pada akhirnya terjadi sebuah peristiwa besar di dalam hidup Rangga yang membuat lelaki itu menyadari bahwa dosa-dosa yang dibuat selama ini sedang mengejarnya dan menghantam seseorang yang sangat penting bagi hidupnya? Selamat menikmati Leonids! Selamat menonton hujan meteor yang indah yang penuh kisah! yours truly, Diosas