Misunderstanding Love

Misunderstanding Love

  • WpView
    Reads 206,089
  • WpVote
    Votes 5,394
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 10, 2022
Dulu, Clara diam-diam jatuh hati pada Zhian. Meskipun lelaki itu terlihat dingin, nyatanya ia selalu ada pada saat Clara membutuhkan. Hal itu dikarenakan orang tuanya berpesan agar Zhian dapat melindunginya. Mengingat hubungan baik yang terjalin diantara orang tua mereka, tentunya Zhian tidak akan bisa menolak. Dulu boleh jadi cinta, tapi sekarang berbeda. Kini, Clara sudah tidak mencintai Zhian lagi. Bahkan yang ada, ia sangat membenci lelaki itu. Clara sangat membenci Zhian yang tega menjebak dan memanfaatkannya. Clara tak pernah menyangka jika Zhian bisa berbuat seperti itu. Laki-laki yang dulunya ia pikir baik dan selalu melindunginya, ternyata malah orang yang menghancurkan hidupnya.
All Rights Reserved
#22
clara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CLARA
  • Mantan Ngajak Balikan (Season 1) (Tamat Di Aplikasi Kbm)
  • Rasa Tanpa Suara
  • The Greatest Memories
  • Magnet
  • Liora [LENGKAP]
  • KUPU-KUPU CINTA
  • Hai, Arnold! (END)
CLARA

Prolog - Clara Ada nama yang masih kusebut diam-diam dalam doa. Bukan karena aku belum bisa melupakan, tapi karena aku belum benar-benar bisa mengikhlaskan. Namanya Clara. Dia bukan cinta pertama, tapi dia yang membuatku yakin untuk berhenti mencari. Dalam senyumnya, aku temukan pulang. Dalam genggamannya, aku percayakan masa depan. Tapi kadang, sekeras apapun kita ingin, semesta tetap punya cara sendiri untuk mengakhiri. Kami tidak berpisah karena berhenti mencinta. Kami hanya kalah oleh keadaan yang tak berpihak, oleh kenyataan yang lebih kejam dari rencana-rencana kecil kami. Lucu, ya? Cincin yang sempat kupilih dengan tangan gemetar itu, kini hanya jadi kenangan diam dalam laci. Ia tak pernah sampai ke jarimu, karena kita terlalu sibuk meyakinkan orang lain, hingga lupa menjaga apa yang sudah kita punya. Clara, kalau suatu hari kamu membaca ini, aku ingin kamu tahu aku tidak pernah menyalahkanmu. Dan meski kini jalan kita tak lagi sama, aku tetap mendoakanmu dengan cara paling sunyi, paling setia, dan paling patah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines