Warna, Rasa, Hidup.

Warna, Rasa, Hidup.

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 7, 2023
WpInfo
Non-Fiction
Warna, rasa di hidup. Begitu banyak, bahkan diri tak sanggup mendeskripsikan nya. Terkadang diri, merasa sebuah rasa campur aduk dengan sesak mengiringinya, hanya air mata yang mengalir tanpa tau apa yang dirasakan. Terkadang diri juga merasakan sebuah rasa campur aduk dengan kebahagiaan yang mengiringinya, diri ini hanya bisa tersenyum tiada henti tanpa tau sebabnya. ●●●●●●●● Hay! Ketemu aku, Rey. Di cerita dan lapak ini. Ini hanya sekumpulan kata yang menjadi kalimat yang mungkin bisa saja relate dengan keadaan kamu. Kalau ingin tau, langsung baca, ya. Jgn lupa untuk Vote dan komennya. Terimakasih, wasyapgyus.
All Rights Reserved
#70
tentanghidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Revan & Reina
  • My Girls
  • Senandika Hati
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • ALISHA (end)
  • Yarrow [SELESAI]
  • Hope
  • AKARA (Ending)
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]

[TELAH DITERBITKAN & DIFILMKAN] Pandangan Reina dan Revan beradu. Dan, hal pertama yang mampu gadis itu lakukan adalah memejamkan kedua matanya sambil menghirup udara sebanyak mungkin. Sementara ia menyusun kata demi kata untuk mengurai penjelasan, justru Revanlah yang pertama kali membuka mulut. Memecah keheningan yang janggal. Meski begitu, ekspresi Revan terlihat muram. "Gue ngerti kok, Na. Tanpa lo jelasin pun, gue bisa mengerti," Revan melempar pandangannya ke arah lain. "Karena itu satu-satunya hal yang mesti gue lakukan ketika dia kembali." Reina masih terdiam. Perasaannya teraduk-aduk. *** Sebab Revan percaya, hati yang terluka hanya perlu waktu untuk sembuh. Namun, bukankah rasa kerap berjalan beriringan dengan anomali? Kini, kebahagiaan pun masih bertumpu pada ketidakpastian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines