Alvaro Devan Regara, seorang pemuda yang tumbuh dalam luka dan kesepian. Di balik sorot matanya yang tajam, tersimpan rasa sakit dari kasih sayang yang tak pernah ia rasakan. Ia membentuk Geng Blintara bukan untuk jadi pahlawan, tapi untuk bertahan-bersama mereka yang ia anggap sebagai satu-satunya keluarga. Hidup tak pernah memberinya pilihan, tapi ia tetap berdiri, meski tubuh lemah dan hati hancur. "Penyesalan selalu datang terlambat... terutama saat kita tak sempat memenuhi permintaan terakhir orang yang paling kita sayangi." Cerita ini mengandung tawa yang tersembunyi di balik air mata, dan perjuangan yang tak pernah mudah. Selamat membaca, dan terima kasih telah membaca cerita karangan saya ^-^ PERINGATAN CERITA INI MENGANDUNG UCAPAN KASAR, SEDIKIT KEKERASAN ‼️ CERITA INI HANYA KETIKAN SAAT GABUT, JIKA CERITA TIDAK NYAMBUNG MAAFKAN 🙏
More details