Innocent Lady

Innocent Lady

  • WpView
    Reads 475
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 25, 2023
Loretta Vivian Esme, putri angkat Duke Esme jatuh cinta kepada Pangeran Hayden yang merupakan kekasih adiknya, Adamantine. Loretta adalah anak angkat Duke Esme, segala hal yang dia miliki dijamin adalah yang terbaik, hal ini membuat Loretta selalu berambisi untuk terus menjadi yang pertama, tak terkecuali mengalahkan adiknya, Adamantine, sang anak kandung Duke. Adamantine terduduk dibawah guillotine karena Loretta, kakak yang paling dia cintai melebihi keluarga dan dirinya sendiri. Mungkin dewa kasihan dengan kebodohan Adamantine, akhirnya Adamantine mendapatkan kesempatan keduanya. Tapi? Bahkan kehidupan keduanyapun sepertinya tidak bisa menyelamatkannya dari akhir tragis.
All Rights Reserved
#560
reinkarnasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Was The Evil Witch
  • The Villainess Unexpected Journey
  • I'm not Real What You Know (End)
  • Balas Dendam Seorang Pelayan [END]
  • Reinkarnasi Sang Antagonis (TERBIT)
  • In The Cluthes Of The Rutless "Duke"
  • Duchess Sellena [Pre order]
  • Reborn as the Villainess
  • I Wanna Be Antagonist (end)
  • Love In Bloom

COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on

More details
WpActionLinkContent Guidelines