Eighteen (On Going)

Eighteen (On Going)

  • WpView
    Reads 2,904
  • WpVote
    Votes 413
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 27, 2023
Perjalanan cinta Jelita yang memasukkannya kedalam situasi dimana harus memilih antara mencintai atau dicintai, "Javas gue tekankan sekali lagi kalau gue milik Arsen! Tahu Batasan Lo, Lo gak harus sejauh ini!." "Lo cinta sama dia? Jawab gue Jel, jawab gue sambil liat mata gue, gue mohon." Javasgar. Pria yang tabu soal cinta memberanikan diri menjatuhkan dirinya kedalam dunia Jelita tanpa permisi. Pria egois yang berani memperjuangkan semuanya demi mendapatkan yang dia mau kini harus memperjuangkan lagi hal yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya. Benar, cinta dan Jelita. Semuanya yang berawal hanya kesepian berubah saling membutuhkan dan saling menyesal. Memaksa untuk terus mencintai pria seperti Arsen yang masih terjebak di masa lalu adalah sebuah ujian lain didalam hidupnya Jelita. Semuanya tentang memilih. Jelita pada akhirnya harus memilih dengan bertahan dengan Arsen, memulai lembaran baru bersama Javasgar, atau tidak dengan keduanya sama sekali.
All Rights Reserved
#313
band
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Paradise
  • MISSHELLA ✔
  • Cewek Judes Vs Cowok Nyebelin END (TELAH TERBIT)
  • You Are Mine [Terbit]
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • Hi! kaladevara (HIATUS)
  • TITIK LUKA
  • [END] Blind Rainbow

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines