ASSHOLE

ASSHOLE

  • WpView
    Reads 143,245
  • WpVote
    Votes 1,796
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 17, 2024
CERITA INI MENGANDUNG KONTEN DEWASA 21+ HARAP BIJAK DALAM MEMILIH CERITA ❣ "Hei kau bisa antarkan ku pulang?" Pria yang ku panggil berjalan kearah ku dengan tatapan datar "ada apa? kau mabuk? Aku menggeleng " Aku ingin pulang, tapi mobilku mogok" Dia mendekati wajahku sehingga aku bisa menghirup aroma mint dari hembusan nafasnya "kau yakin mau diantar oleh ku? Aku mengangguk tubuhku merosot tidak dapat menopang diriku sendiri lalu dia menyelipkan tangannya di lutut dan tengkukku menggendong ala bridal style #1jerk #4bilioner -start 2022
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secret Life
  • REGATHAN [END]
  • Rewrite My Destiny
  • ARTHABELYN
  • My Wedding (End)
  • 𝐍𝐀𝐔𝐆𝐇𝐓𝐘 𝐒𝐄𝐂𝐑𝐄𝐓𝐀𝐑𝐘
  • BERLIN
  • The antagonist's wife [TERBIT]

MATURE CONTENT. HARAP BIJAK DALAM MEMBACA [ 21+ ] Dia mendekat ke arahku, bagai dewa kematian yang siap menjemputku. Auranya dingin, menakutkan, dan begitu gelap. kata-kata itu sangat cocok untuk disematkan pada dirinya. Aku seperti pernah melihatnya, mata hijau kebiruan itu. Dimana tapi? Aku bahkan tidak dapat menggunakan otakku dengan benar. Tangannya menyentuh tengkukku. Hal gila yang tak pernah terjadi kepadaku. Jika aku masih waras harusnya aku menendangnya atau bahkan memukulnya saat ini juga. Bagaimana bisa orang asing menyentuhku?! Aku pernah membuat kepala artis terkenal bocor karena memukulnya dengan heels, dia seenaknya memelukku dari belakang saat aku sedang di club malam. Hal gila macam apa yang sedang aku alami? Mataku terpejam seakan menikmati sentuhannya, aku yakin aku sudah tak waras. Aku yakin sesuatu yang buruk akan terjadi kepadaku. Apa yang harus kulakukan? Tubuhku seakan menyambut ketika bibirnya tiba-tiba menempel di bibirku. Sial! Dia adalah orang yang paling menyebalkan dalam hidupku. Bagaimana bisa?! Tapi kami begitu larut, tubuh kami seakan-akan memang ditakdirkan untuk bersama. Larut dalam kenikmatan malam ini, larut dalam buaian satu sama lain. -Jane Bennett

More details
WpActionLinkContent Guidelines