Uncertain feeling [END S1] [REVISI]

Uncertain feeling [END S1] [REVISI]

  • WpView
    Leituras 461,167
  • WpVote
    Votos 37,923
  • WpPart
    Capítulos 42
WpMetadataReadMaduroConcluída seg, set 22, 2025
Start : 30 Nov 22 End : 10 Mei 23 Kehidupan baru untuk Erlan yang tak semulus pantat bayi. Dingin diluar receh didalam. Luka dan siksaan, kegilaan yang tersembunyi perlahan mulai menampakan diri. Terlihat sangat Brengsek tapi sebenarnya Bangsat. *** ' Gw bisa, Apa Nggak nih? ' ' Tolong Tuhan!! Gw gak mau koid lagi!!! ' ' G jadi deh, koid pun boleh' 'Anjenk, ni sodara gilak semua anjir! ' ' BANGSAT !! ' *** "Ealah jamaludinjing gue bosen Asu" "ASTAGA ASTER KALO NGAMBEK JANGAN GINI CARANYA" *** 'Plakk 'Awss "Jan geplak geplak lah! Ntar gue goblok" *** Melvin, orang aneh yang nerobos benteng china gue. Orang yang di omongin orang cool dingin keren kece alah mboh tai. Orang kek bunglon anyaran. Keren di awal pas dilihat lebih dalam kek tokek blink blink. 'sakit juga, pen bales tapi tangan letoy, halah gue males emang' 'Anjing, Babi, Monyet, Kadal, Komodo, Tokek, Gorila dls' Budidayakan vote comen woi HAPPY READING! #1 angst 13-09-23 #1 Bottom 18-2-24 #8 Uke 17-2-24 #2 Family 9-8-24 #1 Top 7-3-25 #8 Seme 7-3-25
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo