Fajar Arunika.

Fajar Arunika.

  • WpView
    Leituras 12
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, out 25, 2022
WpInfo
Poesia
Apa boleh aku membenci dan mencintai orang sekaligus? Dia membuatku menyesal telah membenci dan dia pula membuatku takjub berakhir jatuh cinta. Wajahnya indah bagai bunga seperti namanya, Azalea. Aku bertanya kepada Tuhan, apakah hatinya terbuat dari sutra? Dan aku bertanya lagi kepada Tuhan, apakah kau menciptakan wanita itu dengan bahagia? Jawabannya mungkin benar, Tuhan menjawab pertanyaanku dengan pertemuan di sebelum fajar dan Arunika di atas rooftop apartemen bersama satu bungkus rokok.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Mahligai Sunyi
  • SARINTEN
  • Bang Arkan Pelindungku [Tamat]
  • Sriwedari: Taman Surga
  • Love In The Dark (Complete)
  • 2A
  • Selepas Senja Pergi
  • "The Wind of Love in Hollywood"

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo