Fajar Arunika.

Fajar Arunika.

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 25, 2022
Apa boleh aku membenci dan mencintai orang sekaligus? Dia membuatku menyesal telah membenci dan dia pula membuatku takjub berakhir jatuh cinta. Wajahnya indah bagai bunga seperti namanya, Azalea. Aku bertanya kepada Tuhan, apakah hatinya terbuat dari sutra? Dan aku bertanya lagi kepada Tuhan, apakah kau menciptakan wanita itu dengan bahagia? Jawabannya mungkin benar, Tuhan menjawab pertanyaanku dengan pertemuan di sebelum fajar dan Arunika di atas rooftop apartemen bersama satu bungkus rokok.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Maaf, Aku Pilih Tuhanku
  • Bang Arkan Pelindungku [Tamat]
  • SARINTEN
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Eternal Love Of Dream [End]
  • Love In The Dark (Complete)
  • 2A
  • Mahligai Sunyi
  • Sriwedari: Taman Surga

"Tentang hari ini Dik, seni mencintaimu harus ku akhiri dengan kesedihan dan kebahagiaan yang mendalam. Kau sudah menemukan kebahagiaan yang selama ini kau cari. Salut untukmu Mil, kamu perempuan hebat. Dan ku titipkan semua aksaraku padamu, sebagai bait kata yang menemukan penyair baru. Puisiku akan terus tumbuh, meski aku tak lagi dapat merangkainya" Kisahh ini bercerita tentang Anima, gadis cantik asal Solo yang sedang dalam tahap berhijrah. Ia bukan seorang pendosa. Namun, betapa susahnya istiqomah menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Terlebih lagi, hal yang lebih sulit dialaminya ketika keimanannya diuji oleh hadirnya sosok Andika Ahmad Firdaus dalam hidupnya. Teman SMA yang sedang menjalani pendidikan TNI. Seseorang yang hanya bisa dirangkul dari jauh tanpa bisa menyentuhnya. Memeluknya dalam hati, mencintai sendirian. Iman yang kokoh bahkan sesekali tersungkur, membuatnya lelah dan selalu dalam keputus asaan. Hingga pada akhirnya, melepaskan adalah sebaik-baiknya bentuk mengikhlaskan. Sebab jatuh cinta adalah takdir, mencintai adalah pilihan. Dan Anima telah memilih untuk mencintai dengan cara yang paling menyakitkan. "Akan ku kantongi kegagalanku hari ini. Tidak akan ku buang. Nanti akan ku lihat kembali ketika kemenangan sudah menghampiri." Hatiku yang berkata. Rancu. Setiap hari selalu rasa letih yang ku rasakan. Entah apa yang membuat aku setegar itu sampai saat ini. Hanya iman yang kumiliki. Ini adalah kisah muslimah yang merangkak menemui Tuhannya dalam cinta yang tak seharusnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines