seorang anak bernama andi dan adam yang telah lulus dari bangku kuliah dan dia sedang berpikir tentang masa depan yang dia hadapi diluar sana, mau jadi apa sebab persaingan untuk menjadi sukses itu tidak lah semudah untuk membalikkan telapak tangan. Oleh karena itu dia bersama teman bernama adam ingin merubah nasib dan memperjuangkan demi sesuap nasi untuk bekerja di luar sana, karena dengan modal ijasah saja tidak lah cukup untuk masuk dalam dunia kerja.
Harus ada modal yang cukup dan skill yang dia miliki, sebab dia dan adam belum memiliki skill yang mumpuni. Dan mereka tersebut kebingungan mau ngapain dengan modal tersebut apa harus bagaimana supaya dapat pekerjaan yang dia inginkan. Sebab mereka udah di separo jalan mau balik lagi ke rumah orang tua nya bahwa dia ingin memberikan suatu hadiah mereka telah diterima kerja, ternyata mereka urung niat tersebut.
Sebab jika sudah niat maka harus diselaikan mau bagaimana caranya yang penting membawa hasil yang diraih dan keberhasilan di negeri orang. Oleh sebab itu mereka pun langsung melamar ke berbagai perusahaan yang dia lamar dengan punya niat optimis dan semangat yang membara di dalam hatinya mereka pun langsung mencari lowongan itu di surat kabar maupun menjawab semangat membara tersebut .
Apakah mereka akan berhasil mendapatkan kerja mereka dengan mampu meraih mimpi setinggi langit mari kita tunggu kelanjutan cerita ini....
Perhatian!
Cerita ini mengandung sedikit unsur kritik sosial terhadap nepostisme!
Di sebuah perusahaan ternama, jalan menuju puncak biasanya dipenuhi kerja keras, dedikasi, dan pengalaman. Namun, bagi mereka yang lahir dari keluarga berpengaruh, tangga karier tampak seperti eskalator otomatis yang membawa mereka naik tanpa usaha berarti.
Itulah yang terjadi pada Sasha Adinata, seorang gadis muda yang baru lulus kuliah dan langsung mendapatkan posisi strategis di perusahaan teknologi milik sahabat lama ayahnya. Sementara rekan-rekan kerja lainnya harus berjuang bertahun-tahun untuk mendapatkan promosi, Sasha dengan mudah melangkah ke posisi penting tanpa pengalaman yang cukup.
Di sisi lain, Bara Surya, seorang karyawan berbakat yang sudah mengabdikan lima tahun hidupnya untuk perusahaan, merasa geram melihat bagaimana seseorang bisa mendapatkan apa yang selama ini ia perjuangkan hanya karena nama belakangnya. Bara tidak sendirian-banyak rekan kerja lain yang mulai mempertanyakan keadilan di tempat kerja mereka.
Namun, Sasha bukan sekadar gadis manja yang hanya ingin bersantai. Dihadapkan dengan tekanan dari lingkungan kerja yang menuntutnya untuk membuktikan diri, serta konflik dengan para karyawan yang meragukan kemampuannya, ia harus menentukan apakah ia akan tetap nyaman dengan privilese yang dimilikinya atau benar-benar berusaha untuk membuktikan bahwa ia pantas berada di posisi tersebut.
Sementara itu, Bara dihadapkan pada dilema: apakah ia akan terus melawan sistem yang tidak adil, atau menerima kenyataan bahwa di dunia kerja, kemampuan saja tidak cukup untuk mencapai puncak?
Di tengah intrik kantor, persaingan diam-diam, dan ambisi yang beradu.