Retaliation of Capilia

Retaliation of Capilia

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 12, 2022
WpInfo
Fiction
Fantasy
Capilia adalah seorang putri bangsawan yang diusir dari kerajaan karena memiliki darah campuran malaikat. Capilia di asingkan dari istana ke tempat yang sangat terpecil di sebuah pedesaan yang jauh dari istana. Sejak kecil dia sendirian di tempat asing itu sehingga dia sering bernyanyi agar dirinya tidak merasa kesepian. Seiring bertambahnya waktu Capilia tumbuh menjadi perempuan yang sangat cantik sekali. Dengan rambut putih dan warna merahnya, dia juga sangat terkenal dengan suaranya yang indah dan membuat tenang orang yang mendengarnya. Sehingga di desa itu, Capilia disebut sebagai "Dewi Pembawa Kedamaian".
All Rights Reserved
#49
action-adventure
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Twinblossom
  • Cassiopeia
  • Elgora Clifton (End)
  • eternal flower
  • he doesn't hate me?
  • Royal Crystal Academy 2: The Story of Nine Lords Royal
  • Shadowhunters: Demon Flame
  • The Gentlemen (El Hidalgo)
  • Dikutuk Bersama Tuan Vampir

Di Kekaisaran Arcanthia, lahir sepasang kembar yang tak seharusnya ada: Celestia dan Cesion. Namun, di balik keanggunan Celestia, tersembunyi jiwa lain, yakni gadis asing dari dunia berbeda, yang terbangun dalam tubuh seorang putri jahat. Di Akademi Aetheris, tempat para penerus kerajaan dididik, Celestia bertemu Theon, pemuda berambut hitam dan bermata biru yang selalu membuatnya gusar. Ia tidak tahu, bahwa di balik senyum tengil Theon tersembunyi takdir besar: reinkarnasi Dewa Myrathis, penjaga Bunga Kembar Surgawi. Ketika rahasia masa lalu mereka mulai terkuak, mereka harus memilih: menjalani takdir sebagai penerus takhta, atau menghancurkan dunia untuk menyelamatkan satu sama lain. Karena cinta mereka bukan sekadar takdir... melainkan kutukan yang diwariskan oleh langit itu sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines