TUMBAL PESUGIHAN

TUMBAL PESUGIHAN

  • WpView
    Dibaca 219
  • WpVote
    Vote 12
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Okt 25, 2022
WpInfo
Fiksi
Horor
PESUGIHAN PABRIK KAIN PEMBAWA MAUT Kabar tersebar begitu cepat, korban maut Pabrik kain. Membuat sebuah pabrik dan pemiliknya menjadi bangkrut. Isue mahluk kuntil anak dengan lidah menjulur menghantui karyawan pabrik. Nyawa berguguran, bahkan sampai orang tak bersalah. Sang pemilikpunjadi buah bibir dan terusir. Tapi benarkah Ia melakukannya? Lalu bagaimana pesugihan ini terhenti? Sebelumnya mari kita baca dengan kepala dingin, cerita ini terinspirasi dari kisah nyata dengan nama dan tempat yang disamarkan. Mohon bijak dalam membaca. Cover sengaja di buat tidak menakutkan, karena sering terkena strap di platform lain dianggap terlalu sadis.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#97
pesugihan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nyala Redup di Sudut-Sudut Pabrik [END]
  • Genk Anomali  ||TNMC
  • Tuan Alaric
  • KARUNG NYAWA - SERI SIDIK KLENIK #1
  • Bayi Kesayangan 5 Badboy
  • RUMAH BEKAS TUMBAL (TAMAT)
  • Misteri KKN Di Desa Penari
  • NANTANG URIP
  • AETERNUM [End]

Di setiap sudut pabrik, ada banyak cerita yang hanya mampu dipahami oleh sesama buruh. Pekerja harian lepas yang dituntut bertahan hidup dengan gaji UMR, pekerja borongan yang harus mencapai target ratusan hingga ribuan sekadar membawa uang pulang 30 ribu saja, remaja-remaja yang terpaksa mengubur mimpi untuk digadaikan dengan uang 80 ribu sehari, ibu-ibu yang rela tidak membeli makan siang, dan beberapa yang terpaksa menjadi 'antagonis' bagi orang lain demi diakui kepemimpinannya. Nala Risma, perempuan berumur 24 tahun, buruh pabrik, mahasiswa kelas karyawan semester 10, menangkap kisah-kisah sosok bertopeng tebal yang dirinya temui setelah enam tahun menjadi buruh pabrik. Sosok yang tertawa riang dengan lesung pipi cantik, menghampirinya di penghujung waktu lembur kala itu. "Mbak, kalau aku pingin jadi guru...masih bisa, nggak, ya?" Nala dengan mimpinya yang nyaris padam, menemukan lebih banyak mimpi suri di tempat itu. Mimpi seorang ibu, seorang ayah, seorang anak, dan banyak peran yang tengah digeluti orang di sekitarnya. Nyatanya, yang sekarat mimpinya, bukan Nala sendiri. #pensi #eventpensi #pensivol10 #teorikatapublishing

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan