dan, selesai.

dan, selesai.

  • WpView
    Reads 19,057
  • WpVote
    Votes 1,799
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 8, 2024
Medina tidak mempercayai pernikahan, tidak juga kesetiaan, dan semua yang berhubungan dengan lelaki. Laki-laki adalah mahluk yang paling brengsek, begitu katanya. Namun, Arya, dokter spesialis bedah tiba-tiba melamarnya. Kehadiran lelaki tajir itu bahkan tidak mampu merobohkan hati Medina yang sudah keras. Medina hanya percaya pada satu lelaki dan itu bukan Arya. Sekarang, bagaimana cara Arya menyembuhkan trauma Medina? Bagaimana cara Arya membuktian kesetiaannya? Ayo baca dan, selesai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ArKa (End)
  • Mazoya Ananta
  • Shanaya dan Pria di Antara Senja
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Rasa Dalam Sujudku
  • Infiniti Cinta (Completed)
  • Aku yang tak dipercaya [END]
  • Bittersweet Marriage
  • Mysterious prince and Cinderella ✔️

Typo bertebaran! Belum di revisi!!! "Tadi pas gue pegang lo, lo bilang bukan mahrom tuh maksudnya apa?" Mendapat pertanyaan tersebut membuat Chika menoleh dan melihat mata Arya sekilas. Entah mengapa ia tidak kuat jika harus menatap pria itu. "Itu... Maksudnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, tidak boleh berpegangan atau bersentuhan. Kecuali udah menikah" jelasnya. "Orang tua?" tanya Arya lagi. "Boleh, saudara kandung juga boleh, saudara laki-laki atau perempuan dari orang tua juga boleh, keponakan laki-laki atau perempuan juga boleh, kakek nenek kandung juga boleh, dan pelayan tua. Itu sih kayaknya yang boleh," Jelasnya memperhatikan bibir pink dan tebal milik Arya. "Gue sama lo?" tanya Arya lagi. "Nggak boleh, kecuali kita udah nikah," jawabnya spontan. Membuat ia membelalakkan matanya karena kaget dengan ucapannya. Arya yang melihat tingkah Chika pun malah terkekeh. "Lo mau nikah sama gue?" goda Arya. "Idih! Ogah banget!" ujarnya dengan suara yang meninggi. Lagi-lagi ia tidak bisa menahan dirinya. "Santai aja kali," jawab Arya santai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines