We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
AVA [ ON GOING ]

AVA [ ON GOING ]

  • WpView
    Reads 514
  • WpVote
    Votes 111
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 25, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"akhir dari semua luka" by: naaaxzlk Gadis itu benar-benar takut. Ia tidak tau harus melakukan apa, yang ada dipikirannya sekarang hanyalah bayang-bayang masa lalu yang semakin diingat akan semakin membuat kepalanya pusing. Setelah 30 menit ia menangis di tengah-tengah ruangan yang gelap, akhirnya gadis itu berusaha menghubungi seorang lelaki yang ia kira mampu membantunya. "sha tolongin gw, disini gelap" ucap gadis itu meminta pertolongan dengan suara yang gemetar. "gw sibuk sorry" jawaban dari seberang telepon itu membuat gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tidak mengira kalau laki-laki yang selama ini ia kira mampu menjadi pelindungnya, sama sekali tidak peduli pada dirinya. ────────────────────────────
All Rights Reserved
#153
ava
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  •  ARGALA
  • World Of Magic [2]
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • MAVZIVA
  • MEZOREN [Tamat]
  • Penuh Luka (On Going)

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines