Story cover for Ikiryo by Hikarimai
Ikiryo
  • WpView
    LECTURAS 19
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
  • WpView
    LECTURAS 19
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
Continúa, Has publicado oct 25, 2022
"Hinoi..."

"Ya?" Sebuah suara terdengar nyaring merespon.

Suara ini terdengar seperti milik Hinoi, pikir Yuya bingung. Matanya memerika sekeliling ruangan, dia bisa melihat pak tua tidur dengan tenang di tempat tidur, selain itu tidak terlihat siapa-siapa. Mungkin jawaban 'ya' tadi hanyalah hasil imajinasi saja karena terlalu memikirkan Hinoi pikir Yuya lagi. 

"Akhirnya kau sadar juga Yuya-kun," seru suara itu lagi, terdengar ceria dan lega.

Kali ini Yuya semakin penasaran, suara yang dia dengar sekarang terasa lebih jelas dan dekat....
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Ikiryo a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#394japan
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Pangeran Kegelapan cover
Imperfect Soulmate [COMPLETED, REVISI] cover
A Big Secret cover
Crazy AlphaxAlpha Boyfriend  cover
PROMISE (NARUHINA) cover
Rest Area  cover
WITCH WORLD cover
Soul (NARUHINA - COMPLETE) cover
Chemistry ✔️ cover
Just Love, Dikejar Presdir Galak cover

Pangeran Kegelapan

22 partes Concluida Contenido adulto

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.