Silent

Silent

  • WpView
    Reads 9,945
  • WpVote
    Votes 965
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Nov 7, 2022
Posisi ku masih terbaring menghadap langit-langit kamar, namun tiba-tiba sudut mataku menangkap sesuatu yang tengah berdiri di pojok kanan di samping lemari,bulu kuduk ku mulai berdiri, jantungku mulai berdekup kencang perlahan aku mulai menoleh ke arah sana ternyata benar, ada sosok yang berdiri membelakangiku, sosok pocong! yang terbalut kain putih namun sudah kusam kotor seperti terkena tanah kuburan, mataku seperti terkunci dan terus memandanginya, namun tiba-tiba perlahan dia berbalik, dan barulah aku bisa melihat wajahnya yang hitam,mata yang melotot dan tersenyum lebar ke arahku dan perlahan dia pun mendekat Perhatian!! Cerita mengangandung banyak umpatan dan 18++
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jingga 16:24
  • Algezy Mahawira Kalangga
  • 𝐁𝐞 𝐌𝐢𝐧𝐞! (𝙕𝙚𝙚𝙙𝙚𝙡)✅
  • The Twin Hearts
  • Always Waiting For You
  • i'm belle (END)
  • DENIAL
  • OUT OF THE  HEART
  • Crazy Guy Vs Sassy Girl ( ZEESHA )

Secangkir kopi dan sebatang rokok, menemani sore di bawah langit metropolitan, tepatnya di atas balkon gedung yang belum selesai pengerjaannya namun sudah terbengkalai selama 2 tahun,bahkan masih banyak besi panjang yang berserakan di sini. Tempat ini sudah menjadi salah satu tempat ternyaman bagiku, tempat yang bisa sedikit mengurangi rumit nya hari ini. Mataku terus menatap langit, pesawat melintas di atas sana yang terlihat sangat kecil, ingin rasanya aku berteriak "KAPAL MINTA DUIT!!!", hal konyol yang selalu aku lakukan saat masih kecil, saat kasih sayang itu masih lengkap. Persetan dengan suara kendaraan dan klakson di bawah sana, Aku tetap memfokuskan pandanganku di langit yang kini berwarna jingga, menggantungkan setiap harapan doa dari seorang anak berengsek penjual nasi uduk sepertiku namun cita-citanya setinggi langit, semoga kamu(langit) tidak keberatan..

More details
WpActionLinkContent Guidelines