Surat Terakhir

Surat Terakhir

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 12, 2022
"Semua orang akan mati, bukankah begitu?" Sejujurnya, mendengar kabar duka ini, ia sukar memahami emosinya. Harus menanggapinya dengan cara bagaimana? Dan ini hanya menyisakan perasaan yang asing untuk Tinasih. Tentu saja, ia memahami bahwa cepat atau lambat, sekonyong-konyong atau dapat diperkirakan, bahwa detak jantung manusia kan terhenti. Tinasih dengan langkah yang tertatih menjangkau sebuah kaleng biskuit usang. Ia merogoh sebuah amplop surat, hanya amplop sederhana dengan hias tepi merah-biru. "Biarkan Tuhan dan alam semesta yang akan membacakan surat ini kepadanya." Perasaan asing ini, menyelimuti Tinasih disetiap langkahnya menuju rumah duka.
All Rights Reserved
#646
ghost
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Titik Takdirku. (Terbit)
  • antara janji dan kenyataan : janji yg menyakitkan
  • She, ADARA QIANA
  • Fabula (Completed)
  • Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • KETURUNAN ANGGORO (New Version)
  • Elf Princess (The Final Of Story)
  • Jangan Pergi!

Bagaikan duduk sendirian dengan waktu yang sangat melelahkan, Shafa harus terus menatap punggung pemilik hatinya yang rasanya semakin jauh saja setelah dirinya diminta untuk menunggu laki-laki itu menyelesaikan pendidikan di luar negeri. Sedangkan, di seberangnya ada sosok laki-laki lain yang menunggu Shafa dengan membawa janji sebuah kepastian yang jelas. Dilema hatinya semakin menjadi-jadi saat Shafa tahu bahwa ada halangan restu dari Ibu laki-laki yang nyatanya menginginkan menantu dari keluarga Kyai yang sudah jelas bukan dirinya. Hal itu membuat Shafa sangat sulit untuk bisa percaya bahwa kisah cintanya yang dimulai dengan penantian bisa berakhir dengan bahagia. Antara menunggu lalu berjuang untuk cintanya atau merelakan semua itu dan menerima pinangan laki-laki dengan segala kepastiannya, hal itu pada akhirnya akan membawa Shafa pada titik takdir yang harus ia jalani dengan air mata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines