Surat Terakhir

Surat Terakhir

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 12, 2022
WpInfo
Non-Fiction
"Semua orang akan mati, bukankah begitu?" Sejujurnya, mendengar kabar duka ini, ia sukar memahami emosinya. Harus menanggapinya dengan cara bagaimana? Dan ini hanya menyisakan perasaan yang asing untuk Tinasih. Tentu saja, ia memahami bahwa cepat atau lambat, sekonyong-konyong atau dapat diperkirakan, bahwa detak jantung manusia kan terhenti. Tinasih dengan langkah yang tertatih menjangkau sebuah kaleng biskuit usang. Ia merogoh sebuah amplop surat, hanya amplop sederhana dengan hias tepi merah-biru. "Biarkan Tuhan dan alam semesta yang akan membacakan surat ini kepadanya." Perasaan asing ini, menyelimuti Tinasih disetiap langkahnya menuju rumah duka.
All Rights Reserved
#35
wholesome
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Reset | HeeSunSun
  • Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • Titik Takdirku. (Terbit)
  • antara janji dan kenyataan : janji yg menyakitkan
  • jangan percaya seseorang
  • No Cerai No Pisah!
  • KETURUNAN ANGGORO (New Version)
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • The Haze Of Love

Sunoo yakin ada yang menguntitnya selama beberapa bulan terkahir dan semakin parah beberapa minggu belakangan. Bayangan pria tinggi yang mengawasi geraknya, langkah kaki yang mengikuti dirinya, dan tatapan saat ia berada di keramaian membuat hidupnya dipenuhi ketakutan. Namun Sunghoon, sang suami selalu menenangkannya bahkan rela melakukan apasaja demi membuat Sunoo merasa tenang. Sunghoon berkata bahwa rasa paranoidnya akibat dari kecelakaan yang mereka alami hingga membuat Sunoo merasa delusional dan harus mengonsumsi obat. Hingga suatu hari, kehadiran sosok penguntit di rumahnya menjadi puncak rasa ketakutan Sunoo. Tetapi pria itu malah menangis dan berkata, "aku adalah suamimu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines