Redemption

Redemption

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 26, 2022
Air mata tak kuasa untuk tidak keluar dari sudut kelopak mata-nya, Elouis menatap nanar penampakan di depan. Acara khidmat di hari ulang tahun pernikahan Ayah dan Ibu nya berubah menjadi upacara kematian yang tidak pernah dia bayangkan. Elouis semakin terisak dengan tubuh yang gemetar hebat saat melihat tubuh kaku sang Ibu dan Ayah yang tergeletak dengan darah yang membanjiri lantai di sekitar tubuh nya. Beberapa Maid yang masih tersisa di paksa untuk bertekuk lutut dengan pandangan yang menatap ke lantai marmer Mansion megah ini. Apa yang sebenarnya terjadi? Niat hati akan memberikan kejutan dengan membuat Ibu dan Ayahnya kesal karena kedatangannya yang terlambat, namun dirinya yang di kejutkan dengan kondisi ruang tempat acara. Elouis mengangkat wajahnya, menatap keruh pada pria yang menjulang tinggi tidak jauh di dekat tangga ruang kerja sang ayah. Elouis bisa melihat gagang senjata tajam yang mencuat di balik jas hitam legam nya. "Ah-Jangan hiraukan ini." Bagai mengerti isi pikirannya, pria itu membenarkan jas yang ia pakai sehingga senjata api itu tak terlihat. "Kau-" "Senang bertemu dengan mu, Istriku." •••• "Kau lupa bahwa aku adalah seorang Amaric. Kau telah membuat banyak luka yang tidak akan pernah bisa di sembuhkan." -Elouis Hasley Amaric. "Tatapan teduh nya sama sekali tidak membuat ku tersentuh, senyum manisnya bagaikan racun yang akan dia telan sendiri." -Benjamin Liam Oskandor.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Unexpected Stranger
  • 𝘿𝙚𝙨𝙩𝙧𝙪𝙘𝙩𝙞𝙤𝙣 𝙊𝙛 𝙏𝙝𝙚 𝙎𝙞𝙣𝙣𝙚𝙧
  • The Rogue Hellion - #bountyhunterseries 2.0 [✓] 🔚
  • ARISE
  • Excuse me, sir [JossGawin]
  • 𝐓𝐑𝐀𝐏𝐏𝐄𝐃 || 𝐎𝐆
  • AFFAIRE D'AMOUR
  • Dibalik Tawa

[COMPLETED] Kematian bukan lagi perihal yang ditakutkan bagi Alexa. Justru dirinya takut untuk menjalani kehidupan. Sangat melelahkan ketika bercermin dan melihat sosok menyedihkan di pantulannya. Kaki penuh luka milik Alexa perlahan terangkat. Berniat menendang sandaran kursi yang dipijaknya. Berharap kursi itu jatuh sehingga tak ada lagi tempatnya berpijak dan hanya tersisa tenggorokan sebagai satu-satunya tumpuan yang menahan berat tubuhnya. Alexa menatap lantai dengan tatapan kosong. Meskipun air mata mengalir di pipinya yang lebam. Jari-jari Alexa mencengkeram tali yang sudah melingkar di lehernya. Rasanya baru sedetik yang lalu dia merasakan hantaman dari Ibunya dan agaknya luka di telapak tangannya kembali terbuka. Ah, kenapa sekarang terasa perih? Kenapa baru sekarang? Alexa menggerakkan satu kakinya dan menendang kursi tersebut. Tubuhnya tersentak mengikuti gravitasi. Lilitan tali yang melingkar di lehernya membuatnya tercekik. Alexa merasakan sakit yang sungguh hebat. Napasnya tertahan dan matanya memerah. Air mata kembali menetes dari matanya. Kakinya meronta dan tangannya meremas tali itu. Sampai luka yang tadinya terasa perih karena bergesekan dengan tali tersebut kini tidak lagi terasa di jari-jari dan telapak tangan miliknya. 'Tuhan, apa kau membuatku merasakan sakit untuk terakhir kalinya? Aku hanya ingin menghilangkan rasa sakit. Jangan khawatir, sebentar lagi aku akan bertemu denganmu. Jadi tolong hilangkan rasa sakitku setelah ini. Sungguh, ini sakit sekali.' The Unexpected Stranger ©2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines