Selamat Natal Ayah

Selamat Natal Ayah

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Oct 27, 2022
Lelaki tua itu bernama Pak Iman. Dia adalah seorang laki-laki paruh baya yang hidup sendirian di desa selama hampir lima tahun. Dulu dia adalah seorang guru namun sudah pensiun lama. Dia juga hidup bersama sang istri tercinta yang sama-sama berusia lanjut. Namun, semenjak lima tahun yang lalu isterinya meninggal kini dia hidup seorang diri. Anak-anaknya semua sudah berkeluarga masing-masing mempunyai kehidupan sendiri di kota. Bukan karena dia tak diajak tinggal di kota. Namun, Pak Iman sendiri yang menolak hidup bersama anak-anaknya di kota.Anak-anaknya usaha membujuk ayahnya untuk ikut bersama mereka, karena mereka juga memiliki pekerjaan dan usaha yang memadai dan mampu memhidupi serta membahagiakan ayah mereka di hari tuanya sebagai anak-anak yang berbakti. Kerena mereka merasa tak tega jika ayah tercintanya hidup sendiri di kampung. Namun Pak Iman enggan pergi dari desa dan ikut kota karena banyak sekali kenangan pahit dan manis di sana.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angkasa dan Cerita
  • PERJODOHAN KEJUTAN (TAMAT)
  • Tentang Aku Dan Ayah
  • Tujuh Hati, Satu Rumah
  • Cinta Tersembunyi-Tamat
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
  • I Love My Own Father
  • ISTRI YANG KUSIA-SIAKAN
  • Rumah Tanpa Ibu-Ayah Juno dan Ketiga Anaknya

Hidup tak pernah benar-benar bisa ditebak. Kadang, harapan yang dibangun sejak kecil hancur seketika oleh kenyataan yang tak diundang. Narthana adalah anak laki-laki yang tumbuh dengan cinta dan impian besar. Sejak kecil, ia percaya bahwa keluarganya adalah rumah paling aman di dunia-tempat di mana Papa dan Mama akan selalu ada, menggenggam tangannya hingga dewasa nanti. Ia pernah berkata, suatu hari nanti, ia akan membawa kedua orang tuanya keliling dunia, naik pesawat besar miliknya sendiri. Tapi hidup tak pernah bertanya apakah kita siap kehilangan. Ketika kenyataan mengguncang fondasi kebahagiaannya, Narthana dipaksa tumbuh dalam sunyi. Ia harus menelan pahitnya perpisahan yang tak bisa dilawan, dan memeluk luka yang tak bisa dipulihkan waktu. "Mulai hari ini, Nana bersama Papa, ya?" Kalimat yang sederhana, tapi menyimpan beban yang tak terucapkan. Ini adalah kisah tentang kehilangan, tentang janji yang tak selalu bisa ditepati, dan tentang bagaimana seorang anak belajar menerima takdir tanpa kehilangan jiwanya. Sebuah perjalanan yang mengajarkan bahwa hidup tak selalu tentang memiliki, tapi tentang bagaimana tetap mencintai-meski dari kejauhan. Sebab Tuhan menulis kisah setiap manusia dengan cara yang berbeda, dan setiap air mata menyimpan makna yang tak pernah sia-sia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines