Anak Perempuan Kyai

Anak Perempuan Kyai

  • WpView
    GELESEN 1,152
  • WpVote
    Stimmen 579
  • WpPart
    Teile 28
WpMetadataReadErwachseneninhaltLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Jan. 20, 2023
"Bagaimana jika wanita yang paling berbahaya dalam pernikahanmu bukanlah wanita lain, melainkan diri kamu sendiri?" Tentunya ini adalah versi pertanyaan jika kamu seorang perempuan, ya. Kalau kamu laki-laki, ya mohon maaf belum ada pertanyaan buat kamu. 🙏😊✌ Jadi novel ini sebenarnya aku buat berdasarkan keresahan aku akan maraknya (tanpa bermaksud menjelekkan 🙏) kisah novel tentang perselingkuhan. Sehingga kecenderungan para wanita dalam memandang laki-laki jadi agak 'negatif', ya, belakangan? Padahal sebagian banyak dari pandangan tersebut biasanya hanya prasangka belaka. Meski pun memang ada yang realita juga. Banyak. 😁 Nah, novel ini aku tulis sebagai penyeimbang buat fenomena maraknya novel berkisah perselingkuhan tersebut. Supaya ada alternatif begitu buat kalian yang sedang hobi menbaca novel tapi ketemunya sama cerita itu-itu lagi. Di novel ini aku juga mau mengajak kalian buat lebih 'aware' lagi dengan isu 'mental health' (BUKAN MENTAL ILLNESS) dan mengambil pilihan untuk 'positive thinking' tanpa harus menghindari kenyataan. Karena ini novel pertama aku, jadi pasti akan ada banyak banget yang perlu untuk dikoreksi. Jadi, aku (dengan segala kerendahan hati 🙏😊) meminta bantuan kalian semua, ya. Untuk bisa ngasih masukan biar aku makin bisa berkembang lagi dalam berkarya. Terima kasih. 🙏😊 Selamat membaca. 📖☕
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Mahligai Sunyi
  • I'm Ready for Divorce ✅✔
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • ...
  • Senandung Azalea (Completed)
  • Duhai Habibi [On Going]
  • Hafizhah [sudah terbit]

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien