Pagi yang cerah di sebuah kamar, ada seorang remaja yang sedang sibuk dengan peralatan sekolahnya, lelaki berwajah tampan, tinggi,putih serta memiliki hidung mancung dan jangan lupa bulu mata yang lentik, tapi sayangnya memiliki sifat yang dingin.
Dia adalah Rangga Wijaya anak pertama dari keluarga Wijaya,Papa nya bernama Raga wijaya dan Mamanya Dila Wijaya memiliki dua orang adik lelaki yaitu Gian Wijaya dan Vero Wijaya, yang menurutnya sangat menyebalkan,dan memiliki kepribadian berbeda dengan dirinya,kedua adiknya sangat cerewet sehingga dia lelah menjawab semua pertanyaan dari mereka.
Papanya pindah memilih mengurus perusahaan pusat yang berada di kota B sehingga Rangga juga ikut pindah sekolah, Rangga pindahan dari SMAN PATIMURA dan sekarang berada di SMA LENTERA BANGSA, di sana dia akan bertemu dengan seorang gadis yang sangat menyebalkan,cerewet dan juga sedikit aneh yang selalu memaksa Rangga.
Ya gadis itu adalah Aletha ketlovly,gadis yang tingginya 150cm,hidung mancung,berkulit sawo matang,baik,ceria,perhatian,serta aktif di semua organisasi dan Selalu mendapatkan juara 1, tetapi di balik itu semua Aletha memiliki kepribadian cerewet,banyak tanya dan super kepo.
Apa jadinya jika seorang Rangga yang dingin bertemu dengan gadis seperti Aletha?apakah Aletha bisa merubah Rangga ?? Atau Rangga akan merasa risih bertemu dengan Aletha ??
Hancur. Itulah yang dirasakan oleh Daneen Ermina setelah pertunangannya terputus di saat-saat akhir. Hatinya yang luka membuatkan dia nekad membawa diri jauh dari segala kenangan pahit. Dia memilih untuk menetap di sebuah bandar asing, berharap jarak dan waktu mampu merawat kesedihannya.
Di tempat baru, Daneen bertemu dengan Razin Ilman, seorang lelaki yang hadir tanpa diduga. Rizwan bukan sahaja menjadi tempat Daneen meluah rasa, tetapi juga menjadi pengubat luka yang selama ini menghantuinya. Sikapnya yang matang, sabar, dan penuh perhatian membuatkan Daneen kembali belajar untuk tersenyum.
Namun, dalam diam, perasaan yang sepatutnya hanya sekadar penghargaan mula berubah menjadi cinta. Malangnya, ia hanyalah cinta yang tidak bersambut-hanya bertepuk sebelah tangan, dengan senyuman yang sama, tidak pernah melihat Daneen lebih daripada seorang sahabat.
Daneen terperangkap dalam perasaannya sendiri. Haruskah dia terus bertahan dengan harapan kosong atau melangkah pergi sekali lagi, kali ini untuk benar-benar mencari kebahagiaan yang sepatutnya miliknya?