Melewati Batas Friendzone Borusara

Melewati Batas Friendzone Borusara

  • WpView
    Reads 12,173
  • WpVote
    Votes 448
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadComplete Thu, May 8, 2025
Boruto Uzumaki dan Uchiha Sarada,mereka adalah teman masa kecil,bahkan sejak bayi.Dan tentu saja,yang namanya persahabatan lawan jenis tidak mungkin jika salah satunya tidak ada yang menyimpan rasa. Bahkan sebenarnya mereka berdua sama sama cinta tapi malu.Beruntungnya mereka,ditempatkan di tim yang sama,yaitu tim 7 dengan konohamaru sebagai gurunya. Terakhir ada Mitsuki, anggota ke 4 dari tim 7.Dia adalah anak hasil eksperimen orochimaru.Namun dia juga memiliki perasaan layaknya manusia,dia bisa sedih,marah,bahkan dia juga memiliki pujaan hatinya sendiri,yaitu Sumire.Lalu dia sepertinya sadar akan perasaan Boruto dan Sarada,tapi dia diam saja,karena bingung harus bagaimana.Dan seperti Boruto,dia juga malu untuk mengungkapkan perasaanya. Bagaimana jika Sarada dan boruto sadar akan perasaan mereka?,akankah Boruto dan Mitsuki mengungkapkan perasaan mereka pada pujaan hati masing masing?.Bagaimana jika Boruto dan Sarada tau bahwa mereka saling mencintai?,akankah persahabatan mereka utuh?,atau justru runtuh? untuk tau lebih lanjut lagi kisah mereka kbacalah kisahnya ya,dan tinggalkan jejak juga.terima kasih
All Rights Reserved
#37
borutosarada
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • The King & The Doctor
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
  • Second
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • I Want to Live [END]
  • Given || Ju Jihoon
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines