Lentera
  • WpView
    Leituras 2,788
  • WpVote
    Votos 204
  • WpPart
    Capítulos 25
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, set 8, 2025
WpInfo
Fanfic
NCT
Kisah ini tentang anak gadis tunanetra yang berjuang untuk mendapatkan pendonor supaya dia bisa melihat kembali. Namun, kesempatan itu belum juga datang padanya. Saat itu, dia masih berusia 10 tahun. Betapa malang nasibnya, disaat anak seusia dia bermain bersama teman-teman dan menikmati indahnya semesta sedangkan dia hanya duduk di kursi belajarnya sepanjang hari dengan tatapan kosong, seolah-olah tidak ada keindahan dalam tatapannya. Gelap. Ya, hanya itu yang dia lihat bertahun-tahun lamanya. Seiring berjalannya waktu, dia dipertemukan dengan seseorang yang kembali memberi warna pada kehidupannya. Walaupun dia berkekurangan, tapi seseorang yang dia temui ini mampu membuatnya menikmati indahnya dunia tanpa harus melihat isinya.
Todos os Direitos Reservados
#778
penerbitakad
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Dalam Kata, Kupeluk Namamu
  • luka alaska
  • Rainbow
  •  Vampire? That's Me [ Done ]
  • Sick 🔞
  • Evanescent [END]
  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • Petikan Lingga
  • RENATA (completed)✔

Naya tidak pernah pandai berbicara. Ia mencintai dalam diam, mengagumi dari kejauhan, dan menyimpan rindu dalam barisan kata yang ia tempelkan di mading sekolah. Tak ada yang benar-benar tahu siapa penulis di balik tulisan-tulisan itu-kecuali satu orang yang mulai memperhatikan keheningannya: Reyhan. Di tengah perjalanan yang sunyi dan luka kehilangan yang tak pernah benar-benar sembuh, Naya memilih menulis sebagai pelarian, sebagai tempat berlindung, dan sebagai cara mencintai dunia yang terasa terlalu bising. Namun ketika penyakit lama kembali menggerogotinya, Naya tahu: tak semua cerita akan menemukan akhirnya. Lewat tulisan terakhirnya, Naya mengungkapkan perasaannya, bukan untuk didengar, tapi untuk dikenang. Dalam kata, ia memeluk seseorang yang tak bisa ia gapai. Dalam sunyi, ia meninggalkan jejak yang tak akan hilang.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo