Gugur Segala Kita

Gugur Segala Kita

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadComplete Fri, Oct 28, 2022
Kemana kita mengarah ketika mendaki perbukitan? Adalah puncaknya. Kita berjalan tanpa kenal lelah atau letih, dan memang pada akhirnya tiba. Tiba di puncak sana, dengan indah memandang matahari terbit. Lalu tak lama, kita mulai saling bertanya. Sama terdiam, "kemana kita sehabis ini?" Maka jawabannya adalah, turun. Kita akan meninggalkan puncak itu dengan seluruh keindahannya, membuang sia-sia seluruh perjuangan kita. Ini adalah sekumpulan puisi yang mengisahkan tentang gugurnya seseorang dalam pendakian tersebut, atau justru ia hanya sedang turun? Kita sama-sama tidak tahu, biarlah kalian yang menilai sendiri. Selamat membaca.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fragmen Waktu
  • A Love Lost Beneath the Blue
  • Waktu?
  •  Mengikhlaskanmu Di Ujung Senja (PROSES REVISI)
  • Laki-Laki Lebih dari Perempuan (Dalam Hal Patah Hati)
  • Mawar Dan Harapan
  • Senandika : Titik Temu
  • Rude Beautiful Girl [Sudah Terbit]

Sebuah perjalanan dalam detik-detik yang hilang. Di setiap sudutnya meninggalkan potongan-potongan kenangan yang tak lagi utuh, emosi yang tak terungkap, dan rindu yang tertahan diantara waktu yang terus berlalu. Manusia berpindah, namun ia menetap. Aku tempatkan ia disini sebagai wujud penghormatan pada fragmen waktu yang meninggalkan bekas. Abadilah dalam setiap tulisanku. Tertanda, Manusia yang telah berani menerima segala patah, dan merangkul luka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines