His black hoodie

His black hoodie

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Wed, Nov 23, 2022
" aku mencintai mu Nala aku sungguh mengagumimu " aku terdiam mematung, tubuhku kaku jantungku berdegup kencang. jujur entah apa yang harus aku jawab. " Nala.. sejak pertama aku bertemu dengan mu" pria itu tertunduk di bawah lututku. " kamu adalah wanita yang selama ini ku cari" pria itu kini menyuguhkanku setangkai bunga mawar dan sebatang coklat manis. " astagaa Nala apa yang saat ini sedang terjadi, kenapa ini terasa indah sekali " gumamku dalam hati. " terduduk di taman dengan menikmati angin senja, dan...dan pria yang selama ini kau tulis di harianmu " aku semakin tak terbayang, harus apakah aku. kini pria itu menaruh bunga mawar itu di sisi tempat ku duduk. dan tiba tiba dia menggengam kedua tanganku. dan berkata " Nala aku pamit pergi, kau jangan mencariku lagi" pria itu tertunduk lelah aku tak berkata sepatah apapun, yang ku ketahui aku hanya terdiam mematung mataku berkaca-kaca telingaku panas. apa yang terjadi hari ini, katika senja mulai pergi mengapa ia pun ikut pergi?? ~Karnala Adinda Nissa~
All Rights Reserved
#50
karyailmiah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • CINTA UNTUK SENJA
  • Cerita Tanpa Akhir [Completed] (Proses Penerbitan)
  • Yang Tertinggal
  • Maaf' (Revisi)
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • Dear... Nadin From *Anonymously*[Selesai√]
  • Rendra & Lila [END]
  • DIA SUNSETKU
  • Sekali Lagi (End)

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines