[Flashback ke tahun 1970-an] ⚠️13+⚠️
Nakamoto Yuta (Angst Story)
Hanindito Laerasatya, seorang mahasiswa desain grafis yang juga bekerja sebagai jurnalis dan fotografer, mendapat tugas dari kantornya untuk menulis artikel dalam rangka memperingati Hari Seni Sedunia. Ia ditugaskan meliput sebuah karya seni di Galeri Byakta-sebuah tempat yang menyimpan sejarah panjang dunia seni.
Di sana, Dito menemukan sebuah lukisan tua yang berbeda dari yang lain. Tidak ada warna, tidak ada biodata, dan tidak ada nama sang pelukis-hanya sebuah paraf kecil yang hampir tak terlihat. Keinginannya untuk menggali lebih dalam muncul ketika tanpa sengaja ia menemukan paraf serupa di sebuah lukisan lama milik keluarganya-potret eyang putrinya di masa muda.
Dari situlah perjalanan Dito dimulai. Ia menelusuri jejak sang pelukis misterius, menggali kenangan yang telah lama terkubur, hingga menemukan kebenaran yang tak pernah diceritakan dalam keluarganya. Perlahan, Dito menemukan nama yang hilang: Aryasatya Adiwangsa. Sosok seniman berbakat yang ternyata adalah kakeknya sendiri.
Namun, semakin dalam Dito menyelidiki, semakin banyak kepedihan yang terungkap. Ia menyadari bahwa nama besar yang seharusnya dikenang justru dilupakan oleh keluarganya sendiri. Sang pelukis bukan hanya kehilangan identitas dalam dunia seni, tetapi juga dalam keluarganya. Dito menghadapi kenyataan bahwa kakeknya telah dihapus dari sejarah mereka, dan alasan di balik semua itu lebih menyakitkan dari yang ia bayangkan.
Dalam perjalanan ini, Dito tak hanya menemukan kisah masa lalu, tetapi juga memahami arti cinta, kehilangan, dan pengorbanan. Di antara ilalang yang bergoyang di atas makam sang pelukis, sejarah yang hampir terlupakan akhirnya menemukan jalannya kembali.
Sebuah kisah tentang seni, keluarga, dan cinta yang tetap hidup meski waktu telah lama berlalu.
[SUDAH TERBIT]
••REMINDER••
Bab masih lengkap hanya berbeda dengan versi cetak.
Bagi Jeffrey, jatuh cinta itu seperti hidangan penutup. Karna ia harus berhenti melirik banyak perempuan, tidak lagi menebar senyum ke segala arah mata angin, pun mengakhiri kebiasaan terkutuknya sebagai laki-laki brengsek di muka bumi.
Jeff memang bukan satu-satunya laki-laki paling tampan yang sering disanding-sandingkan dengan serbuk berlian, bukan juga satu-satunya buronan kaum hawa karna pesonanya. Jeff hanya satu dari sejuta, tapi selalu merasa paling tampan sejagat raya.
"Jangan manis-manis, nanti aku sayang!"
"Kamu itu, brengsek!"
"DESSERT-SWEET BOY IN LOVE"
#DayWrittingProject edition, publish to 60 next day
Publish :24 AUGUST 2020