Bad Things That Bring Good

Bad Things That Bring Good

  • WpView
    LECTURAS 155
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, nov 19, 2022
WpInfo
Fanfic
Dunia ini terasa berhenti ketika harus siap menerima kenyataan pahit, tidak punya support system yang sama sekali tidak memikirkan diriku, dan berakhir di negara tetangga. Hehe gais ini ceritanya random banget, halu dan ga sesuai alur. Karena aku obsessed bgt sama peran nya makanya haluan aku jdiin novel Ini tugas akhir sekolah suruh buat novel yaudah gini aja, first juga aku buat novel. Karena sebelumnya ga pernah Maaf banget kalo ada kata yang ga kalian ngerti atau berantakan Plot twist?? 13± Senang sedih kecewa Bakal ada kejutan di akhir cerita, soon 🤗 Masukan dan sarannya silahkan komen apapun aku terima :)
Todos los derechos reservados
#6
buildjakapanputtha
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Vol. II - PERJALANAN ARIEXA MENJELAJAHI BERBAGAI DUNIA
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • Evanescent [END]
  • Jejak Waktu [Complete]
  • TAMARA
  • OUR PROMISE
  • Gone(✔)🔚
  • Mimpi Yang Terwujud | Nct Dream

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido