Purna, Candra

Purna, Candra

  • WpView
    LETTURE 4
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, ott 30, 2022
Entah bagaimana cara lupa tentangmu. Kapan batas waktu melupakanmu, tenggat waktu agar aku bisa lupa padamu. Agar aku bisa lepas darimu. Melepaskanmu... Seperti mentari bodoh yang rindu akan rembulan. Yang sudah tahu sampai kapanpun mereka tak akan dapat bersama, namun tetap memaksakan kehendak untuk bersatu. Untukmu, Candra. Kisah kita tidak seperti bulan purnama yang penuh. Kisah kita belum terselesaikan.
Tutti i diritti riservati
#241
maut
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Memories in Moon
  • BULAN (END)
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • RUANG RINDU [END]✓
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Because I'm Stupid (End)
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • Epilog Tanpa Prolog
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti