Aku Patah Hati

Aku Patah Hati

  • WpView
    Reads 211
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 31, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Hatiku dipatahkan oleh realita, bahwa hubungan yang dijalani selama ini, memiliki makna di satu sisi saja. Dirimu menganggapku teman, aku menganggapmu lebih daripada itu. Siapa yang salah disini? Diriku yang salah membaca arti perlakuanmu? Atau dirimu yang terlalu mudah memberi mixed feelings? Honestly, i don't know. Satu hal yang jelas, hatiku patah lagi, karenamu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • ASKARA LANGIT BIRU
  • MELEPASMU
  • Aku Kamu dan Dunia Kita
  • Lovakarta
  • DEVIAN [END]
  • Fragment [END]
  • DEPHELINE
  • Another Me
  • Kamu yang Kukira Milikku

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines