Menyelami Diri Sendiri [PROSES TERBIT]

Menyelami Diri Sendiri [PROSES TERBIT]

  • WpView
    Reads 4,652
  • WpVote
    Votes 653
  • WpPart
    Parts 93
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 9, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Tak jarang dari kita kehilangan diri sendiri di tengah kerumunan manusia. Mengorbankan diri sendiri untuk terlihat sempurna di mata orang lain, bahkan rela mati untuk mereka yang tidak mencintai kita. Buku ini kupersembahkan untuk diriku sendiri, dan untuk kamu yang saat ini sedang bergumul di kepalamu sendiri. Sudah saatnya kita meluapkan apa yang selama ini telah lama terkubur, memaafkan masa lalu, dan menerima kembali diri sendiri yang sudah pergi terlalu jauh karena terlalu lama kita diamkan dan abaikan. Dengan buku ini, mari kita bersama menyelami diri sendiri. Menyadari bahwa kesepian itu tak ada, bahwa riuh kepala selalu ada menyertai di mana pun kita berada. Harapku, kita tak lagi merasa sendiri, karena kita selalu bisa menyelam kembali ke dalam diri ini.
All Rights Reserved
#22
pengembangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Happy Ending
  • Menulis untuk Diri Sendiri
  • C
  • Letters for Self
  • DEAR RAGA
  • Narasi patah hati
  • Still You (END)
  • Bertahan Sedikit Lagi✓
  • Coretan Sera (HIATUS)

Kebahagiaan menjadi tolak ukur bukan karena absolut atau seragam bagi setiap orang, melainkan karena merefleksikan kemampuan seseorang untuk menerima, berdamai, dan tumbuh bersama realita yang dihadapi. Bukan sekadar tawa di permukaan, tetapi ketenangan batin yang muncul saat seseorang mampu memaafkan dirinya sendiri, menerima ketidaksempurnaan, dan terus melangkah tanpa kehilangan harapan meski dunia tidak selalu sesuai dengan yang diharapkan. Bukan tentang 'aku' dan 'kamu' yang terpisah, melainkan tentang 'kita' yang bersama-sama mengarungi labirin kehidupan, membangun keluarga sebagai mikrokosmos dari eksistensi bersama. Ini adalah kisah Asen dan Nistara, yang berkelana dengan hati mereka masing-masing. *** Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata dalam beberapa kasusnya. Namun, seluruh detail seperti alur cerita, nama tokoh, profesi, institusi, lokasi, dan peristiwa telah sepenuhnya dimodifikasi oleh penulis sebagai karya fiksi. Jika terdapat kesamaan dengan kejadian atau individu tertentu, hal tersebut murni kebetulan dan tidak disengaja. Oleh karena itu, penulis memohon maaf dan berharap cerita ini disikapi dengan bijak, terimakasih. DON'T COPY MY STORY! content warning: murder, sexual harassment, and vulgarity!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines