Senja Terakhir

Senja Terakhir

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 1, 2022
Perlahan senja tenggelam ke peraduan, berganti dengan langit yang menghitam. Hari ini, bukan hanya senja yang kembali ke peraduannya. Bersama Laras, dia mengiringi. Laras telah pergi, seiring surya meredupkan sinarnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja dan Langitnya
  • RE:MEMBER (END)
  • Langit Senja (End)
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Pelangi sehabis hujan
  • Untuk Kamu, Riz #1
  • SEIMAN SEPELAMINAN
  • LANGIT TANPA KATA

Di balik senja yang menggemaskan, ada rasa yang tersirat. Rasa tidak karuan. Rasa yang belum tersampaikan. Dalam hidup ini pasti akan ada yang datang dan pergi. Akan ada yang datang membawa angan atau bahkan pergi meninggalkan sayatan. Dan dia, dia punya peran. Entah tinggal dalam harapan, atau hilang bersama kenangan. "Senja memang indah, tapi kamu, jauh lebih indah dari hanya sekedar senja. Dan aku amat menyukai senja, tapi kamu, lebih dari hanya sekedar aku sukai." - Aro. "Saat hujan terus-menerus turun, akan terjadi genangan air di tanah tempat kau berdiri. Atau saat aku melihat langit, mungkin leherku akan terasa nyeri. Apakah saat aku terus-menerus mencoba berjuang bersamamu, akan ada genangan cinta dan luka di hatiku?" - Tasya. Atas nama senja aku sampaikan. Untuk seseorang yang pernah memperjuangkan, dari seseorang yang diperjuangkan. Aku Senja, ruang teduhmu dari masa depan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines