THREE HEARTS
------------------------
Prince terkekeh dan menggelengkan kepalanya. "Ternyata lo nganggap perasaan gue buat lo itu cuman candaan doang? Nggak! Ini murni, gue suka sama lo semenjak pertama kali kita ketemu. Mungkin kedengaran konyol, tapi itu kenyataan. Saat hari pertama kita ketemu, rasa ingin tau diri gue tentang lo itu besar. Tapi, semenjak gue tau lo suka sama si Pangeran itu, gue sadar, hati lo bukan buat gue."
"... tapi, melihat perjuangan lo buat taklukin hati si Pangeran malah buat gue makin sadar, seharusnya gue juga harus seperti lo juga. Memperjuangkan cinta gue."
"Sorry Prince, gue gak bisa nerima hati lo, karena di hati gue yang paling dalam udah ada terukir nama Pangeran seorang aja." Aurora berucap tanpa menatap pemuda itu.
"Setidaknya, gue udah tau jawaban ini," balas Prince santai. "Dan gue tau, caranya berjuang sekeras apapun buat taklukin hati lo. Seberapa besar niat lo buat nolak gue, sebesar itu rasa gue buat perjuangin lo. Jangan cegah gue, karena ini memang rasa yang harus di perjuangin."
------------
"Aku suka sama kamu itu benar-benar nyata. Gak ada omong kosong di sini! Kalau kamu gak mau, itu terserah sama kamu, tapi kamu enggak bisa buat ngatur hati aku!"
"Masalahnya, cowok yang lo suka itu gue. Gue gak suka sama cewek yang murahan kayak lo. Mau sana sini, dan centil. Berhenti suka sama gue. LO CEWEK MURAHAN YANG PALING GUE BENCI DI MUKA BUMI INI! STOP BUAT HARGA DIRI LO RENDAH!" murka Pangeran membuat Aurora terkejut dan mundur beberapa langkah.
---------
PANGERAN-AURORA-PRINCE
All Rights Reserved