Obsession My Boy End  ( Belum  Revisi)

Obsession My Boy End ( Belum Revisi)

  • WpView
    Reads 42,415
  • WpVote
    Votes 421
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 2, 2024
"hikss...ja-jangan mendekat! " ujar Naila dengan ketakutan yg luar biasa. plak. Naila melempar barang - barang yg berada di sekitar nya dengan tangan dan tubuh gemetar hebat. sedangkan orang yg berjalan santai dengan senyum menyeringai itu malah tertawa kecil. "jangan takut sayang ... aku tidak akan menyakiti mu, ....lagi " ujar nya sambil tersenyum lebar dan terus mendekati gadis yg sudah terpojokkan oleh barang barang terdekatnya. dengan panik gadis yang ketakutan dengan wajah basah oleh air mata dan luka di mana mana melempar botol kaca di dekat nya . plak. botol itu hancur berkeping keping mengenai pintu ,namun sial botol itu tidak mengenai lelaki yg malah semakin mendekat. melihat Naila yang akan melempar vas bunga,lelaki itu berjalan cepat dan merampas vas itu dan melempar nya sembarang arah. "le-lepas!" ujar Naila meronta ronta ketakutan dalam pelukan lelaki itu. "tidak akan sayang" ujar nya dengan suara rendah. tidak habis akal Naila menendang masa depan lelaki itu dan berlari ke arah pintu gudang. namun sayang seribu sayang pintu terkunci! lelaki itu mengeram marah berjalan cepat ke arah Naila dan. plak! tamparan keras mendarat mulus di pipi kiri Naila hingga Terduduk di lantai kotor itu. srett. rambut panjang Naila di tarik kuat hingga ia mendongak. dengan air mata yg terus keluar tanpa henti Naila menahan tangan yg menarik rambut nya kuat. "am-ampun Rey.s- sakitt hiks.." lelaki yg di panggil Rey itu tidak mengidah dan malah mencekam rahang Naila erat. "dengar ya! Lo itu cuma milik gue! Lo gak akan bisa pergi dari kehidupan gue. dengar itu Naila anestha!" tak! Naila di tendang hingga membentur dinding di belakang nya dengan terbatuk hebat. "Lo milik gue selamanya Naila ,gue gak bakal biarin Lo pergi dari hidup gue,gak akan ada yg bisa ambil Lo dari gue.sekalipun itu Tuhan! " #mafiaasadend. #spikopat #kekerasan #obsesi #tomboyx licik. #ceritaviral
All Rights Reserved
#1
spikopat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel
  • LALA
  • last hold S2 ✓
  • Horibble Woman (END)
  • BITCH OF LOVE🔞 ( PoohPavel Short Story ) END
  • My Eyes On You
  • syanin
  • Guilty Pleasure  [END]✓
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • Obsesi Kepada Teman Sekelas (END)

"Merindukanku, sayang?" Suara itu. Senyuman iblis itu. Wajah yang tersenyum seolah tak berdosa yang pria itu tunjukkan membuat hati Renggana mendadak berubah menjadi remah roti yang siap hancur kapan saja. "Ba-bagaimana kau bisa ada disini?" "Itukah kalimat pertamamu untuk suamimu ini sayang? Setelah kau pergi begitu saja 3 tahun yang lalu?" "Kau bukan suamiku!" teriak Renggana emosi. Baginya, pria berwajah bak dewa itu bukanlah suaminya. Dia hanya iblis yang terkurung dalam tubuh manusia. Terdengar suara geraman dari mulut laki-laki tersebut. Rahangnya nampak jelas mengeras hingga otot wajahnya menegang. Gemertak gigi yang saling bergesekan seolah membuat seluruh syaraf tubuh Renggana mendadak mati. Perempuan itu benar-benar ketakutan. "Cukup Nana. Jika kau lanjutkan cara bicaramu yang seperti ini. Akan kupastikan hari ini semua temanmu akan menjadi tunawicara." Pias sudah wajah perempuan yang baru saja menginjak usia 24 tahun tersebut. Wajahnya pucat pasi karena tahu itu semua bukanlah sekadar ancaman saja. Apa yang dikatakan oleh Edzsel pasti akan menjadi kenyataan. "Kemarilah ... dan semua temanmu akan kubiarkan hidup dengan tenang." Tangan lelaki itu terulur kedepan. Menawarkan perlindungan pada istrinya yang masih terlihat ketakutan bahkan walau hanya berdekatan saja dengannya. Renggana masih diam terpaku dan memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa selamat dari genggaman pria gila ini. Tapi mengingat nyawa kawan-kawannya menjadi taruhan, tak pelak membuat Renggana memilih untuk menyerah saat ini. Dia berjalan gontai mendekat kepada suaminya, yang kini sedang tersenyum penuh kemenangan sembari menatapnya. Terinspirasi dari lagu "Lily" Alan Walker. Nb: Sudah prnah kujelaskan di story sebelah ya (Kita: Judges), kalau aku itu gk terlalu like sm tipe manipulatif yg tdk terkalahkan. Jd di sini, protagonisnya emang bkn tipe yg diem2 bae di posesifin, oke? Aku gk suka kalau perempuannya lemah.😂 Ya ... dicoba baca dulu lah biar tahu:v Cover by Can

More details
WpActionLinkContent Guidelines