Senbazuru

Senbazuru

  • WpView
    Odsłon 8
  • WpVote
    Głosy 0
  • WpPart
    Części 1
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja śr., lis 2, 2022
Sang Tuan bertemu dengan Sang Nona. Di saban pagi, Nona itu juga awalnya menolak mendiskiripsikannya tentang Tuan Sang Penolongnya. Tapi diam-diam hatinya mencatat bersama usangnya waktu. "Apa Tuan percaya kepada saya?" Tanya Nona pada diri sendiri. Hati Nona kini mulai bertaut kepadanya, akhirnya sampai sebab dirundung rindu kepada Tuan. Dan apakah kebahagiaan memihak pada keduanya sampai dengan nirwana menjadi tempat akhir keduanya. Dengan tanpa kekosongan disalah satunya. Dia adalah Tuan dan Nona Rei dan Nara.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#257
urbanlegend
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Naruto : See The Future
  • KIMI NO IRU MACHI
  • Naruto : Cursed Mirrors
  • Enchanted (SasuIno)
  • [END] BOSS UCHIHA OLD VERSION
  • Samurai dari Masa Depan
  • Stupefy (Shisui X Sakura)
  • Even if I Die✓
  • You + Me (Dalam Tahap Revisi)
  • Interconnected threads || narusaku

Update Di Usahakan Setiap Hari "Tuan Hokage! Maksudmu, perjalanan waktu?" Minato menatap lelaki tua itu dengan heran di matanya yang berbinar, membuat Jiraiya kecewa. "Aku lupa betapa nerd anak ini." "Itulah satu-satunya penjelasan yang bisa saya berikan kepada Anda saat ini, dengan apa yang telah dijelaskan oleh shinobi, dia dipindahkan ke sini menjelang akhir Perang Ninja Besar Keempat." Tsunade memucat, "F-keempat? Kita masih di urutan ketiga!" Hiruzen bersenandung mengakui, "Saya tahu ini sulit untuk dipahami, itulah sebabnya saya memanggil shinobi yang bersangkutan untuk maju." "Kau boleh masuk, Naruto." Pintu ruang bawah tanah terbuka dan masih memar dan babak belur remaja pirang melenggang ke dalam ruangan. Mata safir mengamati ruangan, emosi menari-nari di sekitar bola saat dia melihat penghuni ruangan. Dia mengenakan jubah rumah sakit putih, satu lengannya tertiup angin kecil yang dipancarkan dari ventilasi di atas kepala, "Hei, Nak." Naruto menatap Tsunade, "Nenek Tsunade!" Dia berseri-seri.

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści