Love The Past

Love The Past

  • WpView
    Reads 211
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Nov 2, 2022
Warning 21+ ⚠️⚠️⚠️ Aku sadar, bahwa aku sudah berhasil melepaskan rasa trauma itu. Aku sudah berhasil melepaskan rasa takut yang selalu mendekam di lubuk hatiku. Kini semuanya hilang, di susul kebahagiaan baru yang akan aku mulai bersama pria ini. Aku tidak akan menjadi lemah lagi, termasuk di dalam hal ini. Aku yang akan mendominasi, menyiksa Satria dengan semua rayuanku di atas ranjang, agar pria itu tunduk kepadaku. Love The Past, cinta masa lalu yang akan aku tata di masa depanku. Bersama pria yang sudah mengikat hatiku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  SEETHE - Never care who's her, just know that you loved me, Sir.
  • THREAD OF DESTINY
  • Attachment
  • TRAPPED BY LECTURER (REPOST)
  • THE UNEXPECTED
  • 1. Cinta & Hasrat (TAMAT)
  • hi Mr Sensi
  • Daddy Sitter 21+ (END)

Disclaimer: Unsur dalam cerita tidak di rekomendasikan untuk umur 21 ke bawah. So, bijak lah dalam membaca!! -Synopsis Draven tak pernah berniat mencintai gadis itu-anak dari wanita yang menghancurkan hidupnya bertahun lalu. Tapi ketika Eleanna, bocah tak berdosa yang ia adopsi, tumbuh menjadi versi muda dari sang mantan, segalanya mulai retak. Bukan karena cinta, tapi karena luka yang belum sembuh. Eleanna tak pernah tahu alasan pria itu begitu dingin namun selalu ada. Ia hanya tahu, pelukan Draven adalah rumah. Tapi rumah itu perlahan berubah jadi labirin-penuh tanda tanya, rasa bersalah, dan sesuatu yang menyerupai cinta. dan di saat batas antara kasih dan cinta mulai kabur, Eleanna mendapati dirinya menatap Draven bukan sebagai ayah, tapi sebagai pria. sedangkan Draven, dalam diam, mulai mencintai bukan gadis itu-tapi kenangan yang diam-diam menjelma dalam tubuh Eleanna. mereka terperangkap dalam ruang yang bahkan waktu pun tak bisa pahami. di antara darah yang tak sedarah, cinta yang tak seharusnya tumbuh, dan kebohongan yang terlalu nyaman untuk dipecahkan. sampai akhirnya, mereka sadar: mungkin rasa ini bukan cinta... tapi pelarian yang terlalu indah untuk dihentikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines