Story cover for Luminosity Time by Tanpopo1402
Luminosity Time
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Nov 03, 2022
Zaman sekarang mungkin tak banyak remaja yang belum merasakan cinta pertamanya di usia 18 tahun. Hal ini dirasakan oleh Sofi, mahasiswi semester 2 yang secara tidak sengaja terlibat dalam pusaran asmara cinta pertama akibat tantangan dari teman-temannya.

"Hm... Aah Mas tau nggak bedanya angka sembilan sama kamu?" Tanya Sofi yang memberanikan diri menatap cowok dihadapannya.

Luki terlihat bingung dan melempar tatap dengan beberapa teman-temannya yang sedang duduk di dekat Sofi dan dirinya. Terlihat salah satu temannya hanya merespon dengan kekehan ringan, selain itu ada pula yang memberi isyarat bahu yang dinaikkan menjadi tanda bahwa mereka juga tidak mengetahui jawabannya.

Luki memandang balik ke arah Sofi tanpa berkata sedikit pun. Akhirnya dalam kondisi yang awkward, Sofi berkata dengan suara yang keras.

"Kalau sembilan itu nine kalau kamu itu Mine" Sofi segera berlari tanpa menoleh lagi ke arah Luki dan kawan-kawannya.

Dimulai sejak kejdian itulah kisah cinta pertama Sofi dimulai. Akankah ia berhasil untuk bersama dengan cinta pertamanya? Ataukah hanya sebatas rasa suka yang tak berbalas?


Enjoy the story 🥰

Tanpopo
All Rights Reserved
Sign up to add Luminosity Time to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Calvarie | Revisian [Segera Terbit] cover
AMOUR (Mr. Pradipta) cover
Salah Sangka,Salah rasa! cover
Dijodohin ✔ [COMPLETED] cover
Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED] cover
Send My Love cover
Nikah SMA cover
Dua Windu [END] cover
Wedding Sweet Seventeen [Terbit] cover

Calvarie | Revisian [Segera Terbit]

1 part Ongoing

Kala itu, Marie yang sedang piket di ruang kelasnya merasa sangat kesal akan tingkah laku seorang pemuda yang merupakan teman seangkatannya, dan pemuda tersebut bernama Calvin. Kesan pertama itu membuat Marie sangat tidak menyukainya, karena tingkah lakunya yang sangat menyebalkan. Namun, seiring berjalannya waktu, Marie yang sudah tak ingin mengingat hal tersebut pun kini berubah menjadi teman baik yang cukup dekat dengan Calvin. Marie yang awalnya hanya ingin membalas perbuatan Calvin kala itu, kini justru membuatnya secara tak sadar dengan perasaannya sendiri terhadap Calvin. Kedekatan Marie dengan teman-teman terdekatnya, kini terlihat semakin erat dan sangat kompak di setiap harinya. Namun, satu masalah besar datang menimpa mereka, hingga kini mereka harus berpisah dan berjalan di dalam garis takdirnya masing-masing. Lalu, bagaimana dengan kelanjutan perjalanan dari pertemanan mereka? Akankah pertemanan tersebut harus terputus karena satu masalah besar yang menimpa mereka? Ataukah justru mereka masih tetap berkomunikasi dengan baik meskipun situasinya sudah sangat berbeda? Baca cerita selengkapnya di sini.