Luminosity Time

Luminosity Time

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 23, 2022
Zaman sekarang mungkin tak banyak remaja yang belum merasakan cinta pertamanya di usia 18 tahun. Hal ini dirasakan oleh Sofi, mahasiswi semester 2 yang secara tidak sengaja terlibat dalam pusaran asmara cinta pertama akibat tantangan dari teman-temannya. "Hm... Aah Mas tau nggak bedanya angka sembilan sama kamu?" Tanya Sofi yang memberanikan diri menatap cowok dihadapannya. Luki terlihat bingung dan melempar tatap dengan beberapa teman-temannya yang sedang duduk di dekat Sofi dan dirinya. Terlihat salah satu temannya hanya merespon dengan kekehan ringan, selain itu ada pula yang memberi isyarat bahu yang dinaikkan menjadi tanda bahwa mereka juga tidak mengetahui jawabannya. Luki memandang balik ke arah Sofi tanpa berkata sedikit pun. Akhirnya dalam kondisi yang awkward, Sofi berkata dengan suara yang keras. "Kalau sembilan itu nine kalau kamu itu Mine" Sofi segera berlari tanpa menoleh lagi ke arah Luki dan kawan-kawannya. Dimulai sejak kejdian itulah kisah cinta pertama Sofi dimulai. Akankah ia berhasil untuk bersama dengan cinta pertamanya? Ataukah hanya sebatas rasa suka yang tak berbalas? Enjoy the story 🥰 Tanpopo
All Rights Reserved
#699
cintapertama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Salah Sangka,Salah rasa!
  • My Beloved Teacher [END]
  • ARLEA || Arlo • Hillea - END
  • Nikah SMA
  • Send My Love
  • A Day In My Love
  • Wedding Sweet Seventeen [Terbit]
  • LOVE in SILENCE
  • Dia Arsen (END)

Anindya Putri, siswi kelas 12 yang tenang dan suka mengamati dari jauh, diam-diam menyukai Yuda-teman sekelas cowok populer bernama Naufal. Yuda bukan siapa-siapa di sekolah: tidak keren, tidak aktif, tapi justru itulah yang membuat Anin merasa nyaman memandanginya. Sementara itu, Naufal-anak basket yang digilai banyak perempuan-mulai memperhatikan Anin karena merasa gadis itu sering menatap ke arahnya. Ia salah sangka, dan mulai berharap. Di sisi lain, Icha, sahabat Anindya, justru memendam rasa pada Naufal dalam diam. Tapi karena melihat Naufal mulai dekat dengan Anin, Icha memilih mundur dan menyimpan rasa itu sendiri. Empat hati. Empat arah rasa. Dan segalanya dimulai dari sebuah tatapan yang keliru. Ini bukan sekadar cerita cinta di sekolah. Ini tentang kesalahpahaman, keberanian untuk jujur, dan belajar menerima bahwa cinta pertama tak selalu berjalan lurus. Tapi mungkin... justru dari salah paham itu, seseorang bisa menemukan hati yang benar-benar tulus.

More details
WpActionLinkContent Guidelines