Mantra Cinta Raisa (Complete)

Mantra Cinta Raisa (Complete)

  • WpView
    Reads 3,689
  • WpVote
    Votes 309
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Sat, Oct 29, 2016
Meja itu kini dikerumuni oleh 4 orang siswi. Mereka penasaran sama Mantra Cinta yang diceritain sama Dena. Dena,Nesa, dan Laila mendesak Raisa untuk mencoba Mantra tersebut. Karena mereka penasaran sama Raisa yang selama ini selalu cuek bebek kalau soal cowok. Awalnya Raisa menolak. Tapi lalu Raisa akhirnya mengalah dan melakukan Mantra Cinta itu. Raisa menusukkan jarum ke jari telunjuknya dan mulai menuliskan nama orang yang ia sukai dengan darah dari jari telunjuknya 'Adrinata Fahrezi' Kedua mata Nesa, sahabat Raisa membelalak kaget. "lo suka Rezi sa?". Raisa menggeleng pelan. "Toh ini cuma permainan doang kan. Gue nggak percaya sama yang namanya Mantra Cinta kayak begini". Nesa mengangguk setuju. 'Iya juga yaa lagian selama ini sifat Raisa ke Rezi tu dingin dan jutek amat. Jadi nggak mungkin Raisa suka sama Rezi.' pikir Nesa Tapi tanpa mereka sadari efek Mantra Cinta itu ternyata membuat keadaan sekitar berubah total.
All Rights Reserved
#8
lie
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tokoh Utama
  • ARSALESA [END]
  • CINTA YANG NYATA
  • Hate You? or Miss You?(On Going)
  • Arsyilazka
  • Not A Simple Love (TELAH TERBIT)
  • Sweet Combat

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines