Seorang pembantu kerajaan yang ingin menikahi pangeran yang dahulu first lovenya, tapi sayangnya pangeran itu tidak percaya bahwa ia first lovenya
"Lo tuh cuman PEMBANTU di Kerajaan gue, dan first love gue BUKAN LO"leo sendiri tak tahan melihat mata gina yang berkaca kaca, ia sebenarnya ingin memeluk gina namun ia tau permainan letta belum selesai
"T-tapi ini aku Regina Putri Anjani"
"Halah lo tuh cuman pembantu ya disini, gue first lovenya pangeran leo, BUKAN LO, inget itu"ucap letta membanggakan dirinya sebagai seorang'gina'
"Udah sana lo bersihin kamar gue, gue mau tidur disana sama gina"sebenarnya leo tak tega melihat gina seperti itu, tapi mau gimana lagi, ini salah satu permainan letta
"TAPI GUE GINA LEO, GUE GINA ANAKNYA TANTE ADEL YANG SERING LO PANGGIL BUNDA, DAN PAPA GUE KEVIN MOON" gina sudah tak tahan, sehingga ia mengeluarkan cairan bening dari matanya
"Terserah si kalo lo masih ngengkel, ngaku ngaku 'gina' padahal kan gue gina"
"Haha, mampus lo gin, gimana enak gak jadi gue? Gue capek, gue cemburu liat lo deket sama leo. Tapi sekarang pemenangnya adalah gue Nabila Feylin Aletta" ucap letta dalam hati
Mon maap ya kl ceritanya gj, krena yg jls tu cnta ku kpda kakel sksksks
⚠️‼️cerita berdasarkan imajinasi gw doang⚠️‼️
Mff kl ad yg typo di slh stu part/klmatny krng efektif
Tidak semua kelahiran membawa kebahagiaan. Bagi keluarga itu, tangisan pertama Felix justru menjadi tanda berakhirnya kehidupan seseorang yang paling mereka cintai.
Sejak hari itu, ia tumbuh di antara tatapan dingin, kata-kata yang tak pernah hangat, dan kasih sayang yang hanya bisa ia bayangkan. Setiap langkahnya terasa hati-hati, seolah napasnya sendiri adalah kesalahan yang terus diulang.
Empat kakak yang seharusnya menjadi pelindungnya, justru menjelma menjadi dinding yang memisahkan dirinya dari dunia luar.
Hyunjin yang ingin membenci, tapi diikat oleh tanggung jawab.
Changbin yang ingin marah, tapi terperangkap dalam bayangan sang ibu.
Jisung yang iba, tapi terlalu takut untuk peduli.
Dan Seungmin... yang benar-benar benci.
Felix tidak pernah meminta untuk lahir. Tapi dunia tetap memaksanya untuk hidup, meski tanpa pelukan, tanpa sapaan lembut, tanpa siapa pun yang benar-benar menginginkannya.
Dan pada suatu hari, di bawah langit yang perlahan memudar, ia bertanya dengan suara lirih, "kalau aku hilang... kalian akan mencariku, kan?"
Pertanyaan sederhana yang tak seorang pun menjawab.