Alive In The Dream

Alive In The Dream

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 4, 2022
"Eh farhan, kamu kenapa"Ucap hazelia sambil memegang pundak farhan. "mmmm a..aaa..aku melihat ada sosok Seram yang mau menerkam ku"Ucap farhan dengan badan berkeringat. "Farhan, mata kamu...."Ucap hazelia yang membuat farhan melihat kearah Kamera hpnya "Loh kok?! Kelopak mataku Menghitam?!"ucap farhan panik. "Mungkin Itu Efek Begadang?, tapi tadi keknya gak gitu deh?!"Ucap hazelia yang membuat farhan semakin panik. "mmm aku pulang dulu yah, nanti kalau ada dosen yang masuk Bilang aja aku Izin sakit"Ucap farhan kemudian mengemas barangnya Lalu pergi meninggalkan kelasnya. "Tapi.. farhan.."Ucap hazelia terputus saat melihat farhan sudah Pergi meninggalkan kelas. Farhan Akhirnya Mengambil Motornya dan bergegas menyalakan motornya kemudian pergi meninggalkan Kampusnya.Ditengah Perjalanan Setiap kali farhan menutup kedua matanya Tempatnya seketika berubah menjadi hutan yang gelap. "Ya ampunnn mataku kenapaaa...."Ucap farhan Yang memaksakan matanya untuk terus terbuka ~Alive In The dream JANGAN LUPA SALING SUPPORT YAH<3 SAYANG KALIAN
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIKANESHA
  • DESA TANAH LONGAN
  • ❝𝗧𝗵𝗲 𝗲𝗹𝗽𝗶𝗱𝗮❞ || my Hero academia X kafka reader
  • Farhan & Zahra
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • PRIMADONAT |Mark lee|
  • tentang sebuah rasa
  • Belia & Keandra (END)
DIKANESHA

Lahir sebagai anak di luar nikah menjadikan hidup Nesha sejak awal dipenuhi bayang-bayang takdir yang tidak ia pilih. Kedua orang tuanya terpaksa menanggung keputusan pahit, sementara ia tumbuh dengan membawa beban yang tidak pernah ia minta. Dari kecil, Nesha belajar bahwa cinta dan komitmen bukanlah janji manis, melainkan luka yang diwariskan. Rasa takut akan keterikatan membuatnya menutup rapat hati, seolah membangun benteng tinggi agar tak ada lelaki yang bisa menyentuh ruang terdalam jiwanya. Namun, satu pengecualian. Dika. Bersama Dika, Nesha menemukan versi dirinya yang paling jujur-tanpa topeng, tanpa pura-pura. Sebuah ruang aman yang tak pernah ia rasakan bersama siapa pun. Hanya saja, sebuah keadaan memaksa Nesha dan Dika pada ikatan yang paling ia hindari-pernikahan. Sebuah janji yang selama ini menjadi ketakutannya yang paling besar. Dan kini, ia harus menghadapi kenyataan bahwa lelaki yang selama ini ia percayai, justru adalah orang yang menggenggam kunci takdir barunya. - "Bajingan! Anak setan! Binatang sialan! Dasar satwa liar! Cowok keparat! Orang cabul! Lo apain gue malem itu hah!?" - Nesha mendesis di sana. "Ya lagian, masa gue gak ngerasain apa apa abis begituan." "YA EMANGNYA LO HARUS NGERASIN APA?!" "YEE APA KEK, GAK BISA JALAN ATAU GIMANA. MASA GAK SAMA KAYAK YANG DI BUKU BUKU, LO NYA GAK JAGO KALI!" - "Gue gak bisa janjiin pernikahan yang bahagia, menurut standar Lo. Tapi gue bakal usahain, jadi rumah buat Lo pulang. Rumah yang aman buat Lo tinggal, rumah yang nyaman buat Lo berbagi, susah ataupun senang." "Mau ya nikah sama gue?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines