MENANGIS KETIKA LELAH

MENANGIS KETIKA LELAH

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 11, 2022
Banyak hal yang bisa terjadi di luar kendali kita. Patah hati, kecewa, dan kesedihan, adalah bagian penting dari selarasnya perjalanan hidup. Semesta selalu punya caranya sendiri untuk bekerja, walaupun endingnya tak selalu berakhir bahagia. Ada seseorang yang hadir dalam hidup kita. Sangat dekat, namun tak bisa digenggam. Lantas, haruskah kita memaksakan? Sajak ini dipersembahkan untuk kamu yang merasa dihancurkan oleh keadaan. Sebelumnya, terima kasih, semesta.
All Rights Reserved
#180
lelah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seharusnya Kita Tidak Menyerah
  • Di Balik Layar [Completed]
  • You (J & M)
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓
  • ARDIRA [SELESAI]
  • Another Goodbye (The Other Side 2)
  • LDR
  • UNREQUITED LOVE

Mau baca silakan, tidak juga tak mengapa. Karena tulisan ini saya dedikasikan untuk diri sendiri, menggambarkan hidup sekitar saya, jadi orang lain tak perlu tahu apa yang saya rasa, apalagi teman saya. Semoga mereka tidak membaca ini. °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° Di saat tidak ada titik temu dalam sebuah permasalahan, banyak orang yang memilih untuk menyerah. Ketika tangan tak mampu lagi menutup telinga. Menyerah seringkali menjadi jalan terakhir. Rasa sepi, sakit, dan tangis seringkali menjadi teman setia. Kepercayaan pun menjadi sesuatu yang tak lagi berharga. Padahal masih banyak alasan untuk tetap bertahan. Masih banyak alasan untuk kita melawan segala ketakutan dan kepedihan itu. Merangkul barangkali suatu jalan berharga yang dapat mencegah dari keputusasaan. Bukan hanya dengan teman setia, namun suatu tulisan atau bacaan kerap kali menjadi teman untuk tetap bertahan. Jika teman tak lagi menemani, biarkan cerita ini menjadi teman di kala gelap menyergap. -Seharusnya Kita Tidak Menyerah- Pernah mendengar podcast? Nah, mungkin ini versi tulisnya. Anggaplah aku sedang menjalani versi lisannya. Semoga sampai pada hati kalian. started-26 Desember 2019.

More details
WpActionLinkContent Guidelines