7ogether

7ogether

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 13, 2022
"Mungkin kita akan memiliki kehidupan masing-masing nantinya. Tapi kita akan selalu bersama, karena kita adalah keluarga. Bersama di sini bukan berarti kita berada dalam jarak yang berdekatan, tapi bagaimana kita selalu ada disaat salah satu dari kita sedang mengalami kesulitan, walaupun dengan jarak yang berbeda-beda" - Mahen - "Ya, intinya tidak lupa diri ya guys. A mahen itu emang bahasanya suka berbelit, padahal tinggal bilang aja jangan lupa diri" - Bintang - "Tang, ingus gue udah turun. Bisa-bisanya lo merusak suasana mengharu biru ini! Bwabi lo emang!" - Ghandi - "Mau mukul bintang, boleh tidak teman-teman?" - Tama - ":)" - Al - "Tapi kan bener juga yang dibilang a bintang. Intinya, jangan lupa diri. Sesimple itu, kenapa harus dibikin ribet dengan kalimat-kalimat yang belum tentu daffa mengerti" - Dhanan - "Gue gak sehodob itu ya nan" - Daffa -
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAPTA HARSA {TERBIT} ✓
  • ASRAMA LANTAI 7 {TERBIT} ✓
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • [✓] Psycho -Na Jaemin-
  • Dive Into You (REVISI)
  • Ayah, Peluk Aku Sekali Saja
  • 7 Jagoan bapak
  • Na & Liu
  • Empty | 00L NCT Dream

SERI KEDUA KLANDESTIN UNIVERSE [Sudah terbit & part masih lengkap] "Bang, tahun depan kalian umur berapa?" celetuk Aji yang bergabung dengan Haikal dan juga Marka di ruang tengah. Di tangannya menyangga gelas berisi jus jambu yang ia dapatkan dari hasil memohon pada Reihan. "22 kayaknya," jawab Marka. Sementara Haikal yang berbaring di sampingnya langsung menyahuti. "Kenapa nanya-nanya?" "Nanya aja, lo tahun depan umur berapa?" "Gatau," jawab Haikal tanpa ada minat menoleh, ia malah sempat melirik Marka yang kebetulan ia pinjam pahanya sebagai bantal, tapi setelah itu ia kembali menatap layar ponselnya. "Kok nggak tau sih? Umur sendiri juga." "Ya, umur mah nggak ada yang tau, Ji," jawab Haikal. ✨✨✨ "Kita adalah tujuh yang menjadi satu. Sukacita dan air mata. Bahagia dan pilu. Kita bisa saling berbagi. Klandestin Gang adalah sahabat, keluarga, dan rumah terbaik yang pernah ada." - Sapta Harsa, 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines